WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Nasib apes menghinggapi Putri Tiarasari [37], seorang dokter di Palembang, selama empat tahun menjalani pernikahan diduga tertipu dengan identitas palsu suaminya AH, hingga mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Atas persoalan tersebut, Putri didampingi kuasa hukumnya melaporkan suaminya ke Polrestabes Palembang dengan dugaan pemalsuan identitas pada Senin 4 Mei 2026.
Terbongkarnya kasus, setelah korban [Putri] menyadari bahwa pria yang menikahinya selama empat tahun tersebut ternyata menggunakan data palsu untuk menutupi status perkawinannya.
Dalam laporannya, Putri mengungkap selama empat tahun berumah tangga, dirinya sama sekali tidak menaruh curiga kepada suaminya. Namun, rahasia tersebut terbongkar setelah mereka terlibat pertengkaran pasca Lebaran idul Fitri kemarin. Alhasil, terungkaplah identitas ganda milik sang suami.
“KTP yang diberikan kepada saya sebagai syarat untuk menikah tertulis lajang. Tapi kemarin saya temukan ada KTP lain dengan alamat berbeda. Ternyata dia punya banyak KTP,” ungkapnya.
Tak hanya soal KTP, Putri juga baru mengetahui bahwa suaminya ternyata sudah memiliki keluarga lain sebelum menikahinya.
“Saat menikah, statusnya ternyata sudah punya istri dan anak satu, hingga kini diketahui anaknya sudah dua orang. Saya merasa ditipu secara lahir dan batin selama empat tahun ini,” tegasnya.
Putri sempat melakukan verifikasi mandiri ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang. Hasilnya identitas yang digunakan terlapor untuk menikahinya tidak sinkron dengan data asli yang tercatat di Capil.
Sementara, kuasa hukum korban Suwito mengatakan kliennya juga mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar. “Sudah banyak ruko, mobil, rumah dari pada klien kami ini sudah tergadai oleh suaminya. Kerugiannya lebih kurang sekitar 1 M lebih yang menyebabkan dia sangat-sangat rugi,” jelasnya.
Uang hasil gadaian aset, ujar dia, diduga digunakan terlapor untuk kepentingan pribadi dan keluarga pertamanya, termasuk untuk membeli tanah dan mobil tanpa sepengetahuan korban.
Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo membenarkan adanya laporan korban .
“Laporan sudah kami terima, dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang,” ungkapnya. [AbV-dw]





![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
