Gubernur Herman Deru: Prediksi Kemarau Kering Jadi Alarm Dini Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Sumsel

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat 24 April 2026, siang.

Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat 24 April 2026, siang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, menegaskan bahwa prediksi musim kemarau kering harus dijadikan alarm dini untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan, kebun, dan lahan [karhutbunla] di Sumatera Selatan tahun 2026.

Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla di Auditorium Pemprov Sumsel, Jumat 24 April 2026, siang.

Menurut Herman Deru, informasi dari BMKG harus dimaknai sebagai dasar dalam menyusun strategi pencegahan, bukan sebagai hal yang menakutkan. Ia menilai kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar langkah penanganan karhutla lebih efektif dan terarah.

Ia menegaskan bahwa karhutla merupakan persoalan serius yang berdampak luas, khususnya terhadap kesehatan masyarakat. Pengalaman Sumsel yang pernah mengalami ISPU di atas ambang batas dalam waktu lama menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah, lanjutnya, perlu menyediakan informasi kualitas udara secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan, seperti menggunakan masker saat kondisi udara memburuk.

“Karhutla ini kita hadapi setiap tahun. Konsepnya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu pencegahan. Karena itu, kesamaan persepsi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada Satgas Karhutla, Forkopimda, pemerintah daerah, serta pihak perusahaan atas komitmen dan kepedulian dalam penanganan karhutla.

Ia menegaskan bahwa periode kemarau yang diprediksi berlangsung mulai Mei hingga puncaknya pada Agustus harus dimanfaatkan untuk memetakan wilayah rawan dan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Ia berharap pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kesadaran kolektif masyarakat.

Sementara itu, Koordinator BMKG Provinsi Sumsel, Dr Wandayantolis SSi MM mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal dengan intensitas kekeringan yang lebih tinggi.

“Mulai Mei kita sudah memasuki musim kemarau, dengan puncak yang sangat kering dan curah hujan di bawah normal,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa fenomena Indian Ocean Dipole [IOD] pada semester kedua akan memperparah kondisi tersebut, karena uap air cenderung bergerak ke arah Samudera Hindia dan Afrika.

“Saat ini masih puncak musim hujan, namun dalam waktu dekat kita akan memasuki musim kemarau dengan peningkatan suhu udara,” ujarnya.

Menurutnya, hingga September curah hujan diperkirakan tetap berada pada kategori rendah.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud SIP MM selaku Danops Karhutbunla Wilayah Sumsel, menambahkan bahwa sejumlah wilayah kabupaten di Sumsel tergolong rawan karhutla, sebagaimana terlihat pada peningkatan hotspot pada 2023 akibat El Nino.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur tertanggal 22 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa strategi penanganan karhutla dilakukan melalui tiga tahapan, yakni mitigasi, penindakan, dan pemulihan. Mitigasi meliputi patroli terpadu, sosialisasi, dan pengaktifan posko desa. Penindakan mencakup kesiapan pemadaman darat dan udara, termasuk water bombing. Sementara itu, pemulihan difokuskan pada rehabilitasi lahan dan pemulihan ekosistem.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan di wilayah masing-masing dan menyusun langkah konkret dalam pencegahan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis MDA, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr H Sandi Nugroho SIK SH MHum, Danlanud SMH Kolonel PNB Zulfikri Arif Purba SSos MS, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumsel yang diwakili Plt Asisten Intelijen Agus Kelana SH MH, serta Forkopimda kabupaten/kota se-Sumsel.

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru