Warga Palembang Minta Kolam Retensi Segera Dibangun, Ahli Hidrologi dan Hidrolika: Prakonstruksi hingga Pemerintah Harus Update

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi area Kolam Retensi Simpang Bandara ditumbuhi rerumputan semak belukar, Selasa 16 Dessmber 2025. [Foto: AbV-WI]

Kondisi area Kolam Retensi Simpang Bandara ditumbuhi rerumputan semak belukar, Selasa 16 Dessmber 2025. [Foto: AbV-WI]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Teror hujan ekstrem kerap kali “menghantui” warga di area perkotaan, tak terkecuali Kota Palembang. Apalagi seiring perkembangan hingga perubahan tata guna lahan menyebabkan berkurangnya resapan air.

Peristiwa alam ini selalu melanda, sehingga masyarakat meminta Pemerintah Kota Palembang untuk segera merealisasikan pembangunan Kolam Retensi sebagai bentuk mitigasi bencana banjir.

Warga Lebak Jaya Sukarami Palembang, Yunasdi [50] meminta pemerintah segera melakukan pembangunan kolam retensi, jangan terbengkalai, dibiarkan saja, ditumbuhi semak belukar, rerumputan. “Kolam retensi ini sangat dibutuhkan, terbilang penting, sebab di depan Sukarami [Kantor Pos] sering terjadi banjir, karena di situ terdapat sungai kecil dan airnya mengarah ke sini [lokasi kolam retensi],” ungkapnya saat disambangi pada Selasa 16 Desember 2025.

Warga Lebak Jaya Sukarami Palembang, Yunasdi menunjukkan kondisi terkini lokasi Kolam Retensi Simpang Bandara, Selasa 16 Desember 2025. [Foto: AbV-WI]
Warga Lebak Jaya Sukarami Palembang, Yunasdi menunjukkan kondisi terkini lokasi Kolam Retensi Simpang Bandara, Selasa 16 Desember 2025. [Foto: AbV-WI]
“Tak hanya itu, kala hujan deras, laju air menuju area ini, termasuk dari Sukabangun [Soak Simpur], Naskah, Bandara,” tambah dia.

Sebelumnya, kata Yunasdi, lokasi ini [kolam retensi] sudah ditinjau Gubernur Herman Deru bersama Pemkot Palembang.

Baca Juga:  Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin--Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Senada, emak-emak setempat mengatakan bila belum dimanfaatkan lahan tersebut sangat memprihatinkan, sebab hewan liar seperti ular maupun biawak sering keluar dari situ, sangat membahayakan.

Sejumlah Emak-emak di sekitar lokasi Kolam Retensi Simpang Bandara saat memberikan keterangan.
Sejumlah Emak-emak di sekitar lokasi Kolam Retensi Simpang Bandara saat memberikan keterangan.

Selain itu, Dedi [33] menyebut bila kolam retensi dibangun, maka wiayah ini akan maju, dapat meningkatkan ekonomi masyakat di sini.

Dia menyebut bahwa nantinya terdapat penghubung jalan dari sini langsung menuju Jalan Noerdin Panji. “Lokasi ini akan menjadi tempat rekreasi bagi warga, sehingga memberikan dampak positif,” kilahnya

Prakonstruksi Kolam Retensi Simpang Bandara

Ahli Hidrologi dan Hidrolika, Prof Dr Ir Achmad Syarifuddin MSc
Ahli Hidrologi dan Hidrolika, Prof Dr Ir Achmad Syarifuddin MSc

Menurut Ahli Hidrologi dan Hidrolika, Prof Dr Ir Achmad Syarifuddin MSc, terkait pembangunan kolam retensi, harusnya lokasi itu dibuat dijadikan resapan untuk menampung air terlebih dulu, walaupun nantinya akan dibuat permanen. “Nggak apa-apa dibangun terlebih dulu, itu namanya prakonstruksi,” sebutnya melalui sambungan elektronik, Selasa 16 Desember 2025.

Prof Achamd Syarifuddin mengungkap, jadi bila dilakukan prakonstruksi, lahan tersebut dapat di-dredging, dikeruk tanahnya, misal. Agar apa? Supaya aspek lingkungan dapat terjaga, itupun harus hati-hati !

Baca Juga:  PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

“Bila itu daerah perumahan, harus benar-benar dijaga keamanannya. Diamankan dalam aspek, bila dananya belum luncur sudah ada progres,” ujarnya.

Tentunya dalam tahap konstruksi nanti, dia mengingatkan, jangan ada permainan pada tahapan tersebut. Tugas pemerintah memang berat, tapi harus dilaksanakan dengan kehati-hatian.

Berkaitan langkah [penyiapan lahan] menuju tahap konstruksi, Prof Achmad Syarufuddin menyebut peraturan, undang-undang, perwali, pergub itu harus disatukan dulu, supaya iramanya sama. Jangan ada ‘nada sumbang, dikhawatirkan satu nada C saat keluar nada G’.

Karena, menurutnya dalam praktik perjalanan terkadang seperti itu. Tinggal kesadaran mengikuti aturan yang tertuang di antaranya Permen PUPR RI 12/PRT/M/2014, UU 12/2012, Perpres 71/2012, UU 37/2014, Perda Kota Palembang 15/2012. “Jangan sampai rencana pembangunan kolam retensi terbengkalai tanpa memberikan manfaat. Hal serupa juga terjadi di kota-kota besar maupun kecil, karena terkendala pada tahapan tersebut,” urainya.

Selanjutnya, Daya Tampung……………

Berita Terkait

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Berita Terbaru