Banjir tersebut berdampak pada 9.640 KK atau 13.781 jiwa, serta pengungsian warga ke tempat yang lebih aman. BPBD masih terus melakukan pemutakhiran data terdampak dan mereka yang masih mengungsi. Data sementara warga yang masih mengungsi di dua titik berjumlah 23 KK atau 66 jiwa.
Catatan kerugian material yang terdampak akibatkan banjir ini, mencakup rumah warga 7.561 unit, sekolah 47, rumah ibadah 42, kantor 25, fasilitas kesehatan 16 dan posko PPKM 13.
Pemerintah daerah Kabupaten Katingan Banjir telah mengeluarkan status tanggap darurat bencana banjir selama 30 hari, terhitung pada 24 Agustus hingga 3 September 2021. Sedangkan penanganan darurat dilakukan oleh BPBD kabupaten dengan dibantu unsur terkait sejak banjir melanda pada Jumat lalu (20/8).
“Banjir ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi sehingga debit air Sungai Katingan dan Sungai Samba meluap hingga menggenangi pemukiman warga,” ujar Abdul Muhari.
BPBD Kabupaten Katingan melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, penanganan pos pengungsian hingga kaji cepat. Dalam penanganan banjir, BPBD mendapatkan bantuan sembako dari berbagai pihak, seperti Kapolda Kalteng, Kejaksaan Tinggi dan pihak swasta. Bantuan ini sangat membantu operasional pelayanan dapur umum dalam penyediaan makanan warga terdampak.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















