Sementara itu, dua kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Seruyan dilaporkan mulai surut. Kedua kecamatan ini adalah Kecamatan Danau Seluluk dan Hanau. Data per hari ini, Senin (30/8), pukul 10.00 WIB, menyebutkan tidak ada warga yang mengungsi. Warga Desa Durian Tunggal, Kecamatan Seruyan Tengah, yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Banjir yang terjadi pada Senin (23/8) melanda sejumlah desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Danau Seluluk, Hanau dan Seruyan Tengah. BPBD setempat mencatat 1.181 KK atau 3.762 warga di sejumlah desa tersebut terdampak dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Menurut prakiraan musim hujan kedua tahun 2021 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah Kalimantan akan memasuki musim hujan pada awal bulan September hingga November. Berdasarkan informasi ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dapat meneruskan peringatan dini ini, seperti yang sudah dijalankan saat ini, melalui Whatsapp Group dan jaringan telekomunikasi radio. Hal ini bertujuan agar pemangku kepentingan hingga tingkat desa dapat mengambil langkah mitigasi awal untuk mengurangi dampak risiko bencana banjir.
Berdasarkan kajian dari InaRISK, Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi dengan potensi 14 kabupaten terdampak. Di samping itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.



















