WIDEAZONE.com, PALEMBANG | eks narapidana teroris (napiter) Ustadz Abdurrahman Taib (49) mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap paham Radikalisme yang dibungkus dengan balutan Jihad.
“Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai terpapar paham radikalisme,” ungkapnya dijumpai di kediamannya wilayah kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Palembang, dengan senyum bersama personil Intelkam Polda Sumsel, Jumat 29 September 2023.
Ketika melakukan tindakan radikalisme, kata eks Napiter Abdurrahman, berarti menganggu atau menyusahkan khalayak ramai atau masyarakat. Maka kita berusaha supaya, tindakan radikal ini kita hentikan. Kita minimalisir. “Jangan sampai berkembang di dalam masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan, setelah radikal, biasanya tindak selanjutnya terorisme. Maka dari itu, paham radikalisme ini jangan sampai tumbuh di NKRI, karna sangat membahayakan negara.
“Untuk di Sumsel sendiri, radikalisme ini tidak terlalu besar sepengetahuan kami. Karena kita selalu mengikuti perkembangan teman-teman yang masih terlibat dalam jaringan terorisme,” bebernya.
Ia pun mengingatkan, jaringan yang masih kerap muncul di masyarakat yakni pengikut ISIS Suriah. Meskipun ISIS sudah tidak eksis lagi, tapi paham yang di sebarkan masih cukup banyak, khususnya terhadap generasi muda.
“Jadi ketika ada seruan-seruan untuk ikut berjihad, nah itu masyarakat perlu diwaspadai. Jangan sampai kita mudah mengikuti apa yang disampaikan para penyebar kabar tersebut,” kilahnya.
“Hati-hati, seruan tersebut hanya propaganda untuk melakukan tindak radikal dan terorisme,” pesannya.
Sebagai eks napiter, Ustadz Abdurrahman mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mudah mengikuti paham tertentu, terutama paham jihad fisabilillah.
“Karena bila tidak hati-hati, bisa membuat kita salah dalam melangkah. Dengan jihad fisabilillah tujuannya, kita mengharap ridho dan pahala dari Allah SWT. Tapi bisa jadi, kita salah dalam mengaplikasikannya. Justru berbuat dosa dan kerusakan. Sehingga tidak salah, apabila meminta pendapat dahulu dari para ulama, atau ustad yang lebih mengetahui,” terangnya kepada awak media.
Selanjutnya, menjelang Pemilu tahun 2024 mendatang, ia bersama teman-teman eks napiter, bakal ikut mencoblos dalam pemilu nanti. “Mari kita gunakan dan bisa menentukan pilihan, pada pemimpin yang bisa memberikan atau membantu memajukan masyarakat dalam NKRI. Ya dimaksimalkan jangan sampai golput,” pungkasnya.
Diketahui, setelah Abdurrahman Taib dinyatakan bebas pada 8 tahun lalu, dirinya telah membaur dengan baik di masyarakat.
Terlihat kesibukan sehari-hari Ustad Abdurrahman, selain punya usaha laundry, ia juga rajin mengajari anak-anak mengaji di lingkungan rumahnya.
Bersama Direktorat Intelkam Polda Sumsel, Ustad Abdurrahman mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati, agar jangan sampai terpapar paham radikalisme.
Laporan Suherman | Editor AbV



![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-225x129.jpg)


![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-129x85.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
