Wajar Jika Rusman Ditembak Petugas

- Jurnalis

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen (Pol) Drs Iswandi Hari

Brigjen (Pol) Drs Iswandi Hari

WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Kabar kematian Rusman seorang pengedar narkoba yang membawa 25,68 gram 61 pil ekstasi itu ditanggapi mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Brigjen (Pol) Drs Iswandi Hari.

Menurut Iswandi, ia memberikan apresiasi tinggi untuk petugas Polsek Gekumbang dan Polsek Lembak yang menangkap Rusman saat menggelar transaksi barang haram tersebut.

“Saya setuju jika oknum pengedar narkoba seperti itu ditembak petugas. Sebab sikap sadisnya bisa membuat bahaya orang lain,” ujar Iswandi saat dihubungi Wideazone.com, Jumat malam (30/8/2019).

Menurut dia, perjuangan untuk mengantisipasi peredaran narkotika dan obat-obat terlarang memang sangat berat. Sebab, kata Iswandi, saat melakukan penangkapan, taruhan mahal bagi polisi adalah nyawanya sendiri.

“Tak sedikit anggota kita ketika melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pengedar narkoba sangar tak manusiawi itu, tewas tertembak,” ujar mantan Ketua BNN Sumsel tersebut.

Sebenarnya, sikap tegas petugas polisi itu sudah sangat benar dilakukan. Karema jika tidak dilakukan dengan tegas, maka petugas juga akan jadi korban kekerasan yang dilakukan bandar narkoba.

Tersangka Rusman - Barang Bukti
Tersangka Rusman – Barang Bukti

“Apalagi sikap Rusman yang tak manusiawi ketika melakukan transaksi markoba, telah mengancam keselamatan petugas. Maka saya setuju jika petugas melakukan tembakan balasan,” katanya.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Gebrak Dua Perkara: OOJ hingga Korupsi KUR

Menurut dia, apa yang dilakukan Rusman merugikan anak bangsa. Karena pengaruh obat-obat terlarang dapat melemahkan saraf dan cara berpikir orang- orang yang mengonsumsi narkoba.

Bahkan adanya senjata tajam atau senjata api yang dimiliki pengedar narkoba, dapat mengancam nyawa petugas polisi.

“Makanya menghadapi bandar seperti ini harus tegas,” kata Iswandi.

Sementara sebelumnya, Rusman berhasil dibekuk petugas gabungan antara Satres Narkoba Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak secara dramatik.

Dari informasi di lapangan, Rusman (34) adalah warga Dusun II Desa Perambatan, Kecamatan Penukal Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Saat hendak mengedarkan sabu dan pil ekstasi di wilayah hukum Polres Muaraenim, tepatnya di Jalan Lintas Desa Modong dan Desa Alay, Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim.

Menurut Kapolres Muaraenim, Afner Juwono SIK, pada Selasa (27/9/2019), Kasat Res Narkoba dan Polsek Gelumbang membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terhadap Rusman.

“Saat itu kami mendapat kabar bahwa Rusman akan bertransasksi di Gelumbang. Pelaku ingin bertransaksi di Desa Payabakal,” kata Afner.

Karena curiga ada petugas, Rusman membatalkan transaksi dan mengalihkan transaksi di Desa Alay Kecamatan Lembak dan Desa Modong Kecamatan Sungai Rotan.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin

Saat itu tim tak habis akal lalu ke lokasi transaksi sekitar pukul 15 WIB. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pelaku datang ke lokasi membawa sabu dan pil ekstasi.

Saat akan ditangkap, Rusman melakukan perlawanan. Ia melarikan diri. Petugas melontarkan tembakan peringatan.

Saat pengejaran, kata Kapolres, seorang anggota sempat memegang Rusman. Namun laki-laki itu mendorong keras anggota. “Akibatnya tangan kanan anggota kita patah,” urai Kapolres ke pada wartawan Jumat (30/8/2019).

Saat itu terjadi perkelahian antara polisi dan Rusman, sebagai perlawananya ia mengekuarkan senjata tajam. Pisau itu diayunkan dan diarahkannya ke tubuh anggota tim.

“Karena membahayakan anggota kami, maka dilakukan penembakan untuk melumpuhkan pelaku,” katanya.

Karena pelaku terluka, ia dibawa ke Puskesmas Lembak. Karena luka pada Rusman cukup serius maka laki-laki bandar narkoba itu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Namun setelah dirawat, keadaan Rusman kritis. Maka pada Kamis (29/8/2019) ia meninggal sekitar pukul 9.45 Wib.

“Jenasahnya langsung kita berikan ke keluarganya untuk dimakamkan,” katanya. (agus putra luntar)

Berita Terkait

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB