SAAT ini, seluruh peserta didik kelas 12 tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sedang berhadapan dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Setidaknya, mereka berusaha untuk meraih nilai terbaik, dalam merajut masa depan mereka.
Ada dua hal yang mereka hadapi saat melaksanakan tugas akhir dalam UNBK tersebut. Pertama, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan yang sudah diajarkan para pendidik (guru) selama mereka sekolah, serta pemahaman mereka terhadap teknologi komputer.
Dua pemahaman ini merupakan tanggung jawab peserta didik agar mereka kelak mampu bersaing dalam persaingan global ketika berhadapan dengan bursa ketja.
Selain siswa bertanggung jawab atas baik buruknya masa depan mereka, sebaliknya pengelola sekolah tempat mereka belajar mempunyai tanggung jawab untuk mencetak anak-anak bangsa yang cerdas dan kreatif.
Menghadapi persaingan kerja, pintar dan cerdas tidaklah cukup untuk kiprah masa depan seorang anak bangsa.
Karena itu sekolah wajib menyediakan ruang belajar yang kompleks agar segala pengetahuan menyangkut kebutuhan saat ini benar-benar terpenuhi.
Komputer merupakan sarana kompleks untuk menumpahkan segala pengetahuan milenial. Dari hal-hal baik hingga ke hal paling buruk, dapat ditemui dalam program komputerisasi saat ini.
Dari pengajaran yang diberikan ke peserta didik, selain dapat mencerdaskan mereka, ilmu pengetahuan mampu membangun kebijakan sikap dan intelktual generasi muda.
Sudah saatnya kita memiliki peserta didik dan anak bangsa yang cerdas. Cerdas dalam artian, mampu menerapkan kebijaksanaan menghadapi sekian rupa tantangan di depan mata.
Baik dari tinjauan ilmu pengetahuan agama, maupun ulasan tentang kemajuan ilmu pengerahuan moderen. Ilmu agama, tentu ditujukan untuk membangun kecerdasarn akhlak dan perilaku.
Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan mampu memperkuat sikap ilntelektual anak didik agar mereka mampu bersaing di pelataran global.
UNBK tak hanya menjadi dasar agar kelak anak didik kita mampu menciptakan sikap dan kepribadian bangsa yang cerdas, namun dengan pelaksanaan UNBK, pemerintah dapat menghemat biaya pembelian kertas.
Sehingga anggaran yang sudah dicadangkan bagi ujian nasional setiap tahun, namun anggaran itu dapat dialokasikan bagi kepentingan lainnya.
Kita berharap agar pemerintah dapat memenuhi kebutuhan bagi dunia komputerisasi untuk sekolah yang belum mampu menggelar UNBK sendiri.
Sebab, UNBK bertujuan untuk membangun peradaban bangsa yang cerdas, arif dan berwibawa di mata dunia internasional. (*)








![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)










