Tuntut Uang Insentif, Tenaga Medis RSUD OI Mogok Kerja

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2020 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuntut Uang Insentif, Tenaga Medis RSUD OI Mogok Kerja

Tuntut Uang Insentif, Tenaga Medis RSUD OI Mogok Kerja

WIDEAZONE.COM, OGAN ILIR — 150 tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir (RSUD-OI) mendatangi komisi IV DPRD Ogan Ilir untuk menuntut transparansi Pimpinan rumah sakit dalam penanganan COVID-19, Senin (18/5/2020).

Kedatangan ratusan tenaga medis kantor DPRD, meminta kejelasan terhadap jumlah insentif, ketersediaan standar alat pelindung diri (APD) dan perlindungan hukum dalam menjalankan tugas. Mengingat tugas mereka berada di garda terdepan dalam penanganan pasien corona dengan nyawa sebagai taruhannya.

Pertemuan tenaga medis yang diwakili oleh 10 orang perwakilan dengan anggota Komisi IV DPRD Ogan Ilir berlangsung tertutup.

Usai pertemuan, tenaga kesehatan dari bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ogan Ilir, mengatakan alasan para tenaga medis RSUD Ogan Ilir melakukan mogok kerja.

Baca Juga:  Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat

“Pertama soal transparansi insentif atau uang lelah yang tidak diketahui rinciannya, kedua masalah perlindungan sebab sebagai garda terdepan penanganan COVID-19, butuh ketersediaan APD yang standar dan ketiga rumah singgah yang representatif untuk kami berganti pakaian sebelum pulang ke rumah,” Katanya. 

Ia kemudian menepis tuduhan pihak manajemen RSUD Ogan Ilir yang mengatakan mereka mogok kerja karena takut menangani pasien Covid-19.

“Tidak benar kalau dikatakan kami takut menangangi pasien Covid-19, kami garda terdepan pak, tidak hanya Covid-19 tapi kami menangani seluruh pasien tertular,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa menyesalkan adanya mogok kerja para tenaga medis di RSUD Ogan Ilir di tengah pandemi.

Baca Juga:  Jual Tanah Negara Rp29 Miliar, Lukman Dijerat 6 Tahun Penjara

Ia akan mencari jakan keluar dan memfasilitasi kedua belah pihak terutama berkaitan dengan poin-poin yang menjadi tuntutan tenaga paramedis tersebut.

“Kami juga sudah  menerima perwakilan para tenaga medis, ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan terkait penanganan pasien yang khusus terpapar Covid-19. Ini akan kita fasilitasi ke pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.” terangnya.

Rizal Mustofa mengingatkan pihak Manajeman RSUD tidak menolak Pasien yang akan berobat, karena sesuai sumpah jabatan harus melayani pasien dengan maksimal.

“Yang bertanggung jawab adalah direktur, kalau tidak menjalankan tugas untuk menangani pasien, sebaiknya diganti saja,” pungkasnya.

Laporan Rosita Dewi

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Dorong BPJS Kesehatan Ciptakan Terobosan Inovatif untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan
Heri Kusnadi Siap Maju Calon Ketua PWI Ogan Ilir 2026–2029
Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat
Jual Tanah Negara Rp29 Miliar, Lukman Dijerat 6 Tahun Penjara
Wali Kota Ratu Dewa Dorong Penguatan SDM dan Performa RSUD Gandus
Menuju Sumsel Nol Kematian Dengue 2030, Herman Deru Resmikan Pemantauan Aktif dan Vaksinasi Anak SD di Palembang
Sinergi Karang Taruna dan Posyandu: Membangun Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri di Kota Palembang
Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang Mulai Diperbaiki, Target 17 Hari !

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:32 WIB

Gubernur Herman Deru Dorong BPJS Kesehatan Ciptakan Terobosan Inovatif untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:38 WIB

Heri Kusnadi Siap Maju Calon Ketua PWI Ogan Ilir 2026–2029

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:42 WIB

Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:17 WIB

Jual Tanah Negara Rp29 Miliar, Lukman Dijerat 6 Tahun Penjara

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:47 WIB

Wali Kota Ratu Dewa Dorong Penguatan SDM dan Performa RSUD Gandus

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB