Transaksi Bisnis Gunakan Yuan dan Rupiah, Selamat Tinggal Dolar

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2020 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah dan Yuan

Rupiah dan Yuan

TRANSAKSI bisnis Indonesia-China memasuki babak baru. Saat ini kedua negara sepakat ketika melakukan transaksi bisnis tidak menggunakan dolar Amerika.

WIDEAZON.COM, JAKARTA — Sejak kedua negera sepakat untuk tidak menggunakan dolar, maka China dan Indonesia bakal menggunakan yuan-rupiah dalam kerjasama di bidang ekonomi.

Pengamat pendidikan dan ekonomi profesional Dr Drs H Syarwani Ahmad MM, mengatakan ini kabar baik yang patut dibanggakan.

Dr Drs H Syarwani Ahmad MM
Dr Drs H Syarwani Ahmad MM

“Selama ini, tiap transaksi ekonomi dunia yang digunakan uang dolar Amerika. Penggunaam yuan dan rupiah merupakan proses kemajuan yang belum pernah dilakukan negara mana pun selama ini,” kata Syarwani ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Sabtu (3/10/2020).

Penggunaan yuan dan rupiah oleh China dan Indonesia, kata Syarwani, merupakan usaha progresif yang patut dicontoh negera-negara lain.

“Hanya saja, komitmen untuk menggunakan yuan dan rupiah harus dilakukan secara konsekuen. Sebab kondisi ini akan membangun kekuatan ekonomi China dan Indinesia,” katanya.

Sementara itu negara-negara lain juga akan mencontoh transaksi ekonomi China dan Indonesia. “Menurut saya, secara pondamentasi, ini satu kemajuan untuk memperkuat sikap ekonomi kedua negara,” ujar Syarwani.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Kebijakan China dan Indonesia itu akan memicu semangat ekonomi bagi negara-negara berkembang di dunia. Jika selama ini dolar selalu menjadi acuan, sekarang China dan Indonesia sudah memperlihatkan sikap yang patut dicontoh. “Ini sikap yang membanggakan,” kata Syarwani.

Prinsip ekonomi seperti ini bisa mengangkat nilai rupiah di mata dunia internasional. “Ekonomi kita bisa bangkit. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini,” ujar mantan rektor Universitas PGRI Palembang tersebut.

Kesepakatan pembayaran transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (local currency settlement : ICS) itu menggunakan mata uang kedua negara, China dan Indonesia).

Bank Sentral China atau People Bank of China (PBC) dan Bank Indonesia telah mengesahkan nota kesepahaman tentang penggunaan rupiah dan yuan.

Nota kesepahaman itu ditandatanga Gubernur PBC Yi Cang dan Gubernur BI Perry Warjio Rabu lalu (30/9/2020).

Dengan penggunaan yuan dan rupiah dalam transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung tersebut, bakal mengurangi pembayaran transaksi dengan dolar yang biasa digunakan dalam transaksi internasional.

Baca Juga:  81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran...

Dalam keterangan resminya, BI menyatakan bahwa kesepakatan itu meliputi penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung dan perdagangan antarbank untuk mata uang yuan dan rupiah.

BI yakin, dalam kesepakatan kerjasama kedua negara tersebut, akam diperkuat dengan cara pertukaran informasi dan diskusi secara berkala antara otoritas China dan Indonesia.

Menurut BI, kesepakatan di bidang transaksi perdagangan kedua negara, akan memperkuat kerjasama keuangan bilateral antara China dan Insonesia.

Selain itu, kerjasama bidang perdagangan China-Indonesia bakal menambah daftar kesepakatan transaksi keuangan dengan mata uang lokal yang sudah dikantongi BI dari bank sentral negara lain.

Dalam kesepakatan yang dikantongi BI itu, dapat memperluas kerangka kerjasama LCS yang sudah ada antara BI dengan Bank of Thailand, Bank of Negara Malaysia, dan Kementerian Keuangan Jepang. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino
Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat
PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

Minggu, 6 September 2026 - 11:48 WIB

Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 13:03 WIB

200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Berita Terbaru