banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Tindak Tegas Penganiaya Perawat Siloam, Sadad: ini Pelajaran Berharga

  • Bagikan
Praktisi Hukum Anwar Sadad SH
Praktisi Hukum Anwar Sadad SH
banner 468x60

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepedulian dan dukungan terhadap perawat rumah sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli Simatupang yang menjadi korban kekerasan dari orang tua pasiennya sendiri terus mengalir dari Netizen dan masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.

Viralnya permasalahan tersebut mendapat sorotan tajam dari seorang praktisi Hukum Anwar Sadad SH.

Ia meminta pelaku penganiaya seorang Perawat di Rumah Sakit Siloam yang terjadi pada 15 April 2021 agar mendapat hukuman sesuai undang undang berlaku untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

“Apapun alasannya tidak benarkan melakukan kekerasan terhadap siapa pun terlebih tenaga medis, dan sangat menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan orang tua pasien lantaran tidak terima dengan pelayanan rumah sakit tersebut,” ungkap Anwar Sadad saat diwawancarai, Senin (19/4/2021).

Seharusnya, kata Praktisi Hukum ini, orang tua pasien dapat menahan diri dan jika tidak berkenan dengan layanan yang diberikan dapat melaporkannya kepada pihak manajemen rumah sakit. “Saat ini kita tengah berada di bulan suci Ramadhan, harusnya bersangkutan dapat menahan diri untuk melakukan tindakan yang tidak dibenarkan di mata hukum,” jelas Sadad sapaan akrabnya kepada Wideazone.com dan Zoom Post.

Ia pun mengapresiasi pihak Kepolisian yang bergerak cepat serta mengamankan pelaku penganiaya. “Pelaku harus diproses secara hukum yang berlaku, sehingga hal itu tidak terulang kembali,” ujarnya.

Akan tetapi hal ini perlu juga dievaluasi, mengapa insiden itu dapat terjadi dan ini menjadi bahan introspeksi atau kajian bagi pasien dan tenaga medis sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.

“Masyarakat mesti menghargai tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam berbagai penyakit, termasuk penanganan pasien yang terpapar COVID-19. Mereka adalah pahlawan kita di jaman Pandemi,” kata Sadad.

Laporan Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *