Surya “Menghilang” saat Lakukan Pendataan Gerak Hiu

- Jurnalis

Minggu, 13 Desember 2020 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Gede Surya Risuana sebagai tim peneliti gabungan di 2 program Penelitian Pola Gerak Hiu

I Gede Surya Risuana sebagai tim peneliti gabungan di 2 program Penelitian Pola Gerak Hiu

WIDEAZONE.COM, BALI – Tim peneliti gabungan yang terdiri 8 orang berasal dari Pusat Riset Sumber Daya Manusia (PUSRIKOM-BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Bali, Balai Penegelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar dan Yayasan WWF Indonesia melakukan penyelaman di Pulau Gili Tepekong, Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.

Penyelaman dilakukan untuk memeriksa alat pendataan pola gerak hiu (receiver) dan menggantinya dengan receiver baru, Sabtu, (12/12/2020).

Menurut keterangan rilis, tim menunggu sekitar 1 jam sebelum melakukan penyelaman hingga arus permukaan tenang dengan kondisi berawan. Tim penyelam terdiri dari 6 orang, 2 di antaranya merupakan tenaga ahli berpengalaman dan bersertifikat instruktur serta 2 orang tetap berjaga di kapal.

Setelah 10 menit penyelaman, satu per satu anggota tim muncul ke permukaan, namun hingga lebih dari 20 menit satu anggota penyelam bernama I Gede Surya Risuana (perwakilan DKP Provinsi Bali) hilang dan belum berhasil ditemukan hingga berita ini dibuat pada Minggu, 13 Desember 2020, sekitar pukul 12:00 WITA.

Baca Juga:  Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sementara, diperkirakan Surya terkena dan terbawa arus kuat yang sebelumnya tak terprediksi. Yayasan WWF Indonesia selaku pengelola kegiatan penyelaman tersebut segera menghubungi dan meminta pertolongan kepada tim SAR Gabungan dari BASARNAS Bali, POLAIRUD Karangasem, BAKAMLA, Balawista dan TNI AL pos TNI Candidasa.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiyadnyana, menjelaskan segera setelah menerima laporan adanya satu anggota peneliti hilang dalam penyelaman, Sabtu 12 Desember 2020 pukul 11:50 WITA. Kami melakukan penyisiran di seputar Pulau Gili Tepekong, ke arah Nusa Penida dan pesisir Karangasem sampai Padang Bai. “Hingga pukul 17:00 WITA upaya pencarian dihentikan karena sudah gelap, Surya belum ditemukan,” ungkap Gusti Ngurah, Minggu (13/12/2020).

Pada Minggu 13 Desember 2020, BASARNAS Bali menambahkan upaya pencarian di area pencarian via udara menggunakan Helikopter Basarnas BOLCOW BO-105 HR-1521 dipimpin Mayor Laut Handra Mildiawan selaku pilot dan Letda Laut Tanta Ananda S sebagai co pilot. “Tim Gabungan Basarnas akan terus melanjutkan pencarian hingga 5 hari ke depan (sesuai pelaksanaan operasi SAR 7 hari) dengan menurunkan 12 personel BASARNAS, 1 RIB (Rigit Inflatable Boat) BASARNAS, 1 RIB BAKAMLA, 1 speed boat POLAIR POLRES Karangasem, 1 Speed Boat Direktorat POLAIR POLDA Bali Pos Padangbai serta menyesuaikan kondisi dan pencarian sesuai SOP BASARNAS,” jelasnya.

Baca Juga:  Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Sementara itu, Kepala DKP Bali I Made Sudarsana mengatakan, Surya telah menjadi bagian tim peneliti sejak bulan September 2020, yaitu sebagai tim pendukung saat pemasangan alat receiver dan tim pemasang alat penanda pada hiu.  

“DKP Provinsi Bali secara resmi memberikan penugasan kepada I Gede Surya Risuana sebagai tim peneliti gabungan di 2 program Penelitian Pola Gerak Hiu,” terangnya.

Seluruh tim peneliti gabungan, PUSRISKAN-BRSDM, DKP Provinsi Bali, BPSPL Denpasar dan Yayasan WWF Indonesia merasakan keprihatinan yang sangat mendalam dan membutuhkan doa serta dukungan agar rekan Surya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Abror Vandozer/Rel)

Berita Terkait

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:06 WIB

DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Berita Terbaru