Stres Berat Corona Virus Disease Menjadi Ganas

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2020 - 01:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Corona Virus Wideazone

Ilustrasi Corona Virus Wideazone

PANDEMI  corona virus disease 2019 (COVID-19) yang menyebar ke berbagai belahan dunia, membangun kecemasan masyarakat secara berlebihan.

Keadaan ini sangat merugikan kita. Karena kecemasan berlebihan merupakan aspek yang berpotensi untuk menurunkan daya tahan fisik kita.

Keadaan ini sangat berbahaya. Karena tingkat kecemasan berlebihan itulah yang menjadi pendorong vivod-19 untuk mencekik kesehatan manusia.

Karena itu kita harus menjaga stamina agar tidak stres dan cemas. Kondisi seperti ini sangat berbahaya.

Dalam keadaan cemas dan stres, reaksi yang muncul sangat tidak menguntungkan. Dr Zulkhair Ali SpPD KGH-FINASM dari Rumah Sakit Muhammad Hossien, mengatakan apabila seseorang dalam keadaan cemas, stres atau marah, maka otak manusia akan memgeluarkan hormon noradrenalin.

Hormon ini sangat beracun. Jika noradrenalin telah menguasai jiwa manusia dalam kondisi stres dan tertekan, maka fisiknya menjadi lemah.

Kondisi orang tersebut menjadi sakit-sakitan, cepat tua, bahkan dapat mematikan syarafnya. Keadaan ini sangat berbahaya.

Dalam keadaan seperti apapun, seseorang harus tetap konstan menjaga daya tahan tubuhnya. Apalagi di tengah suasana pandemi virus corona diseases seperti saat ini. Sebab hingga sekarang, belum ada vaksin yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona.

Menghadapi suasana seperti ini, seseorang disarankan untuk tetap tenang dan berpikiran positif. Dengan demikian kesehatannya tetap terjaga.

Paling tidak, dengan stamina terjaga, seseorang akan terhindar dari rongrongan infeksi virus corona yang mematikan itu.

Yang penting, ketika kita baru pulang ke rumah, segeralah melucuti pakaian yang kita kenakan selama dalam perjalanan tadi.

Bahkan sebelum kita mencuci tangan dengan sabun, disarankan untuk tidak memegang hidung, mulut atau indera lain di seputaran wajah kita.

Dengan cara ini, kita dapat melindungi diri sendiri dari infeksi virus corona diseases 2019. Bahkan dengan cara ini, kita juga dapat menjaga untuk tidak menularkan virus corona.

Gejala infeksi virus corona, hari pertama virus itu mendekam di ruang kerongkongan kita.

Hari kedua, virus mulai berkembang dan menyebar ke paru-paru. Dalam keadaan ini temperatur orang tersebut akan meningkat. Otomatis, tubuh kita menjadi demam tinggi.

Hari keempat, setelah virus corona diseases menelusup ke paru-paru, seseorang akan kesulitan bernapas. Dalam kondisi buruk semacam inilah kehidupan seseorang akan menjadi pertaruhan.

Sebenarnya proses penularan virus corona tak ubahnya mirip dengan serangan virus-virus lainnya, seperti virus flu. Namun karena kita berada di bawah tekanan kekhawatiran yang tinggi (stres berat), maka daya tahan tubuh seseorang menjadi anjlog. Dari sinilah virus corona menjadi ganas dan mematikan kehidupan kita. (*)

* Abror Vandozer/Anto Narasoma

Berita Terkait

Dunia Anak dalam Lukisan AI Denny JA
KAPAN Kabut Asap Karhutla Kabur dari Bumi Sriwijaya?
Kepengurusan Berakhir, Seniman Gugat DKSS
Sosok Santri dan Semangat ANTIKORUPSI
“Kemah Bakti Pulau Maspari” Destinasi Hingga Petilasan Cheng Ho
November, Jabatan Panglima TNI Demisioner, Dua Kandidat Kuat?
Donasi Rp2 Triliun, Menakar Sikap Kesatria Kapolda Sumsel
Spirit Literasi di Ruang Publik

Berita Terkait

Senin, 1 Juli 2024 - 10:47 WIB

Dunia Anak dalam Lukisan AI Denny JA

Jumat, 29 September 2023 - 07:35 WIB

KAPAN Kabut Asap Karhutla Kabur dari Bumi Sriwijaya?

Selasa, 22 Agustus 2023 - 19:44 WIB

Kepengurusan Berakhir, Seniman Gugat DKSS

Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:13 WIB

Sosok Santri dan Semangat ANTIKORUPSI

Senin, 18 Oktober 2021 - 07:00 WIB

“Kemah Bakti Pulau Maspari” Destinasi Hingga Petilasan Cheng Ho

Berita Terbaru