SRIWIJAYA, MASA KEJAYAAN DAN KRUNTUHANNYA

- Jurnalis

Minggu, 23 Juni 2019 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERAJAAN SRIWIDJAJA

KERAJAAN SRIWIDJAJA

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Hingga saat ini masih erat terkiat dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ketujuh Masehi dan runtuh pada awal abad ke-13 Masehi.

Mengapa Palembang sangat erat terkait dengan Kerajaan Sriwijaya, karena banyak bukti otentik mengenai bukti kuat bahwa kerajaan itu memang terdapat di Palembang.

Paling tidak, di Kota Palembang dan sekitarnya telah ditemukan sejumlah situs dan artepak terkait bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya memang dulunya berdiri di sini.

Secara fenomena, bukti kuat itu dibuktikan dengan ditemukannya Situs Karanganyar yang terdapat di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus.

Situs Karanganyar merupakan peninggalan penting Sriwijaya sejak awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya.

Situs Karanganyar berwujud arsitektur bangunan air yang terdiri dari sejumlah kanal, parit-parit, kolam-kolam, pulau buatan serta kekuatan pondasi bangunan.

Secara struktural, keberadaan Situs Karanganyar itu terletak di dataran aluvial, kawasan meander Sungai Musi, yang berhadapan dengan alur pertemuan sungai Musi, Sungai Ogan dan Keramasan.

Selain Situs Karanganyar, terdapat peninggalan lainnya, Bukit Siguntang. Bukit ini dikenal sebagai kawasan ritual agama Buddha di saat kemegahan Kerajaan Sriwijaya.

Bukit Seguntang sering disebut Bukit Siguntang. Situs ini merupakan dataran paling tinggi di Kota Palembang.

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Meski sangat tinggi dari dataran yang ada, namun Bukit Seguntang merupakan dataran bukit yang kecil. Tingginya hanya 30 meter saja dari permukaan laut.

Posisinya berada di kisaran tiga kilometer dari tepian utara Sungai Musi dan masuk ke wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut budayawan Sumsel, Ahmad Rapanie Igama, posisi Bukit Seguntang itu secara adminstratif barada di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I.

“Bukit Seguntang itu berada di sebelah barat daya pusat Kota Palembang. Di sekitar bukit ini telah ditemukan beberapa artefak dari masa Kerajaan Sriwijaya, ” ujar Rapanie ke pada Wideazone. com, Sabtu (22/6/2019).

Menurut Rapanie, hal terpenting yang ditemukan adalah arca Buddha Seguntang. Di puncak bukit itu terdapat sejumlah makam yang dipercaya masyarakat sebagai sesepuh warga Palembang. Karena itu kompleks perkuburan di puncak bukit ini dianggap sebagai kawasan keramat dan dijadikan tempat tujuan ziarah oleh masyarakat dari berbagai wilayah dan negara.

Tak hanya archa Buddha dan makam yang dikeramatkan, di berbagai kawasan di Kota Palembang ditemukan juga beberapa prasasti diantaranya, Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Talang Tuwo, Prasasti Siguntang, Prasasti Boom Baru serta beberapa prasasti Siddhayatra dari abad ke-7 Masehi.

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Karena Palembang merupakan daerah maritim, maka sangat berpengaruh bagi kerajaan maritim yang dapat diketahui dari prasasti-prasasti itu. Prasasti dari batu yang ditemukan itu memgunakan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno.

Bagi pendatang Barat, Palembang sangat dikenal sebagai Venice of the East atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Venesia dari Timur.

Kawasan Venesia dari Timur ini cukup lama menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya sebelum pudar dan pindah ke Jambi sebelum keruntuhan Sriwijaya serta serangan dari kerajaan-kerajaan lain yang mempunyai kepentingan alur pelayaran Selat Malaka.

Akibat lemahnya kekuatan politik ibu kota, pada akhirnya sejumlah kerajaan kecil di bawah Kerajaan Sriwijaya melepaskan diri dari ikatan kekuasaan.

Yang membuat Sriwijaya lemah dan hancur adalah menerima serangan dari Rajendra Chola dari Kerajaan Chola, India tahun 1025 Masehi.

Akibat dari hancurnya Sriwijaya, Palembang justru berubah menjadi bandar besar yang sangat penting dan berpengaruh. Bahkan menjadi pelabuhan biasa yang sangat dikenal oleh pedagang dari Tiongkok sebagai Ku-Kang atau pelabuhan tua. (bersambung)

Berita Terkait

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi
Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara
Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU
UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor
Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM
Pasca Gerebek Sarang Narkoba, 2 Warga Desa Ditangkap
Munas IX Kadin Indonesia Akan Dibuka Ketua MPR RI
MAPPI Sumsel Gelar Musda ke III, ini kata Awaludin

Berita Terkait

Kamis, 25 Maret 2021 - 15:00 WIB

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi

Sabtu, 6 Maret 2021 - 23:19 WIB

Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:53 WIB

Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:52 WIB

UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:47 WIB

Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Berita Terbaru

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB