Sosok Perjuangan Nur Ardiansyah Dalam Meraih Cita-Cita

- Jurnalis

Rabu, 13 Februari 2019 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Demi meraih cita-cita, Muhammad Nur Ardiansyah yang tinggal di Jalan Angkatan 66 Lr. Rukun Setia No.1618 Rt/ Rw 20/06 Kecamatan kemuning, kel. Pipa reja Palembang ini, rela menempuh jarak 6,2 km dengan berjalan kaki untuk menimba ilmu di SMK Negeri 5 Palembang, yang beralamat Jl. Demang Lebar Daun.

Beragam cuaca telah dilalui menemani menjadi saksi jejak semangatnya selama tiga tahun ini.Daya tahan dan daya juang yang ditempanya saat ini, bukan instan, pengalaman-pengalaman pahit akrab menemani sepanjang sejarah menyelesaikan setiap jenjang sekolah yang ia jalani

Dengan seragam putih abu-abu, Nur Ardiansyah yang ditemui mengatakan, bahwa jarak sekolah ke rumah mereka sejauh 6,2 km, harus ditempuh selama 45-60 menit perjalanan, demikian sebaliknya.

“Lumayan jauh untuk sekali jalan. sangat capek. saya harus berangkat paling lambat jam 5 subuh. Kalau tidak, bisa terlambat saya. Itupun, di perjalanan juga harus ada istirahat minimal sekali,” katanya, saat dibincangi awak media, Rabu (13/2/2019).

Hidup dengan seorang Ibu yang mengalami strok sejak beberapa tahun lalu, membuat Nur harus mencari nafkah dan mengurus keperluan sang bunda yang merupakan satu satunya orang yang menjadi tumpuan tempat ia mengadu berkeluh kesah. “Ibu saya terkena strok sejak saya duduk dibangku SMP kelas IX, sebelum terkena strok ibulah yang bekerja mencari nafkah, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga, sekarang ibu tak bisa lagi memberikan nafkah untuk saya karena sekarang tubuh ibu hanya bisa terbaring di tempat tidur, untuk menyambung hidup kami saya terpaksa mengabil alih tugas ibu tersebut,”kata Nur.

Nur Ardiansyah Menyuapi Makan Sang Ibunda

Meski terkendala biaya dan ekonomi keluarga, saya tak putus asa tekad saya bulat untuk melanjutkan pendidikan, walaupun dengan banyak rintangan, “Alhamdulillah ketika akan melanjutkan pendidikan selanjutnya, saya mendaftar di SMKN 5 Palembang dan berhasil masuk ke sekolah ini, dan berkat kebaikkan kepala SMKN 5 saya diberikan kebebasan untuk pembiayaan administrasi perlengkapan sekolah sehingga saya tidak membayar sedikitpun uang baju dan atribut yang lain,”cerita Nur.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi Kepedulian PT TSM Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

Bukan saja itu, untuk menyambung hidup dan biaya kebutuhan Ibu yang lumpuh saya pun juga dibebaskan dari biaya komite bahkan dikasih uang saku. Bagi saya itu bantuan yang sangat beharga dan membangkitkan motivasi saya untuk lebih giat belajar demi cita-cita agar masa depan saya lebih baik.

Baca Juga:  Herman Deru dan Bobby Nasution Pastikan Pemulangan 16 Jenazah Korban Bus ALS Ditanggung Pemerintah

“Saya tak ingin kemisiknan ini menjadi suatu kendala untuk menuntut ilmu, saya ingin melanjutkan keperguruan tinggi, oleh sebab itu saya terus berusaha belajar sebaik mungkin agar bisa mendapat beasiswa Bidik Misi,”tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 5 Palembang, Drs. H. Zulfikri, M.Pd. Mengatakan, dirinya sangat terapresiasi melihat anak se usia Nur Ardiansyah yang begitu semangat berjalan kaki setiap hari, bahkan ia rela meninggalkan masa anak-anaknya demi mengurus seorang ibu yang lumpuh, “Sungguh membuat saya begitu tersentuh, jarang anak seusia Nur mau belajar dan mengurus Ibu setiap hari,”ujarnya.

“Untuk meringankan bebannya, kami dari pihak sekolah telah membebaskan dia dari biaya apapun, bahkan kami juga memberikan sedikit bantuan uang untuk menambah kebutuhan untuk ibu dan ongkos agar dia tetap sekolah, karena ini juga lembaga pendidikan kita mendidik, mendapat uang harus kerja keras, kita perbantukan membersihkan ruangan. Biaya untuk makan, ongkos agar mereka itu ada rasa tanggung jawab terhadap sekolah,”tutupnya (hasan basri)

Berita Terkait

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terbaru