Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Asistensi SAKIP

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH, menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah [SAKIP] di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa 26 Mei 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH, menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah [SAKIP] di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa 26 Mei 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr Drs H Edward Candra MH, menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah [SAKIP] di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa 26 Mei 2026.

Kegiatan tersebut turut diikuti peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumsel secara daring.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi [PANRB] yang telah memberikan asistensi, arahan, serta penguatan kepada perangkat daerah di Sumsel.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PANRB yang berkenan memberikan asistensi, arahan, dan penguatan kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan asistensi tersebut sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Edward, birokrasi saat ini menghadapi situasi yang penuh tantangan dan perubahan yang bergerak cepat. Mulai dari berkembangnya opini publik di media sosial hingga dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa tantangan baru bagi birokrasi.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Edward menyebut, perkembangan AI saat ini turut menimbulkan disrupsi karena ada pihak di luar birokrasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk hal-hal yang merugikan masyarakat maupun pemerintahan.

Selain itu, situasi geopolitik global juga dinilai turut memengaruhi tata kelola birokrasi dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, ia menekankan implementasi SAKIP tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan harus benar-benar dijalankan secara cepat, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“SAKIP tidak hanya soal laporan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang digunakan birokrasi pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat dan jelas penggunaannya,” katanya.

Edward juga menyinggung pentingnya pembangunan zona integritas di lingkungan birokrasi. Menurutnya, integritas harus dimulai dari pimpinan dan menjadi budaya kerja di seluruh jajaran pemerintahan, bukan sekadar slogan.

“Zona integritas dimulai dari pimpinan yang memberikan contoh dan menjadi budaya seluruh jajaran. Integritas ini harus diperjuangkan sebagai penggerak birokrasi,” tegasnya.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

“Fungsi dan tugas jangan sampai digunakan untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edward berharap asistensi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu dibenahi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Terakhir, semuanya bermuara pada pelayanan publik yang baik. Karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kementerian PANRB turut memaparkan perkembangan reformasi birokrasi, SAKIP, dan zona integritas di wilayah Sumsel.

Para peserta dari OPD provinsi maupun kabupaten/kota tampak menyimak evaluasi serta arahan yang disampaikan tim pembina PANRB selama kegiatan berlangsung.

Berita Terkait

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru