Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesta Apresiasi Sastra Peserta Didik Sumatera Selatan 2025_ yang digelar Koalisi Masyarakat Puisi dan YPAC Palembang, anak-anak berkebutuhan khusus tampil unik dan menarik perhatian pengunjung.

Pesta Apresiasi Sastra Peserta Didik Sumatera Selatan 2025_ yang digelar Koalisi Masyarakat Puisi dan YPAC Palembang, anak-anak berkebutuhan khusus tampil unik dan menarik perhatian pengunjung.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Meski dalam lomba seni baca puisi harus ada menang atau kalah, tapi untuk membangun psikologi anak didik berkebutuhan khusus, pendidik dari YPAC lebih mengutamakan pembinaan kasih dan sayang untuk siswa mereka.

Terkait masalah itu, Ketua Yayasan Pendidikan Anak Cacat [YPAC] Palembang Dra Yulia Helmi, mengatakan para peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian mendalam dari para pendidik mereka.

“Karena itu dalam lomba baca puisi ini, para juri yang kita percaya tidak menetapkan nilai seperti yang mereka berlakukan kepada pembaca puisi awam,” ujar Yulia Helmi saat diwawancarai media ini, di arena lomba gedung YPAC Palembang, Kamis, 16 Oktober 2025.

Pada _Pesta Apresiasi Sastra Peserta Didik Sumatera Selatan 2025_ yang digelar Koalisi Masyarakat Puisi dan YPAC Palembang, anak-anak berkebutuhan khusus tampil unik dan menarik perhatian pengunjung.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

“Memang, anak-anak ini tampil dengan segala kekurangannya, namun justru penampilan mereka terlihat unik, sehingga sangat menarik untuk diperhatikan,” ujar Yulia tersenyum.

Sebagai Ketua YPAC Palembang Yulia Helmi, menyatakan bahwa pihak tetap memberikan arahan sesuai estetika yang diberlakukan dalam lomba baca puisi itu.

Sebab, selain diberikan pendidikan sesuai esensi mendasar bagi mereka, namun peserta didik berkebutuhan khusus yang dibina YPAC itu tetap diajari nilai-nilai seni sastra sesuai landasan dasarnya.

Namun paling tidak, kata Yulia, antara pendidikan khusus bagi pengembangan fisik yang berbeda dibanding peserta didik umumnya, mereka juga berhak penuh untuk memahami dunia seni, terutama seni sastra.

Sementara itu, Ketua Koalisi Masyarakat Puisi –Anwar Putra Bayu–, mengatakan bahwa lomba baca puisi ini sengaja diberlakukan bagi siswa berkebutuhan khusus agar pengembangan psikologi seninya sebagai anak bangsa dapat terpenuhi.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Menurur Anwar Putra Bayu yang akrab disebut APB tersebut, bakat seni anak-anak berkebutuhan khusus itu sangat baik.

“Meski dalam keterbatasan yang ada, tapi pengelolaan jiwa untuk memadukan sikap dan seninya sangat baik. Karena itu kami akan terus memberikan pembinaan secara berkala,” ujar APB, tersenyum.

Menurut dia, dalam seni membaca puisi itu ada unsur pemahaman isi, daya ucap atau artikulasi, serta ekspresi. “Jika mereka mampu memahami isi puisi dalam kaitan interpretasi, maka akan terlihat bentuk ekspresinya. Kalau hal ini sudah bisa mereka pahami, maka inilah yang membuat mereka mendapat nilai tertinggi,” ujar APB.

APB berharap agar yang tahun ini belum berkesempatan memperoleh juara, semoga tahun depan mereka akan tampil sebagai pembaca puisi terbaik. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:22 WIB

Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Berita Terbaru