banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Rusdianasari Jadi Profesor Kali Pertama di Polsri

  • Bagikan
Prof Dr Ir Rusdianasari MSi menjadi guru besar pertama yang ada di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).
Prof Dr Ir Rusdianasari MSi menjadi guru besar pertama yang ada di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Wajah bahagia terpancar jelas dari ibu dua anak ini, Prof Dr Ir Rusdianasari MSi menjadi guru besar pertama yang ada di Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).

Dalam acara pengukuhan  yang berlangsung hari ini, Jumat (17/9/2021) digelar secara online dan offline yang dihadiri para tamu undangan, Rusdiana mengaku senang dan tak menyangka karena bisa menjadi guru besar pertama di Polsri.

“Alhamdulilah saya sangat terharu sekaligus senang dan juga tak menyangka karena perjuangan ini cukup panjang,” jelas dia.

Kata dia, perjuangan ini cukup panjang hampir dua tahun mempersiapkan dan setengah tahun menunggu.

“Apalagi ini pertama di Polsri saya juga bangga dan semoga langkah saya ini bisa diikuti oleh rekan-rekan saya lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku semua ini tak lepas dari dukungan keluarga yakni anak dan suami yang selalu memberikan support.

“Alhamdulilah anak selalu support dan suami  juga bantu apalagi sama-sama dosen kita selalu saling sharing,” ungkap dia.

Terkait penelitian ini, kata dia sudah lama sejak tahun 2012 sembari ia menyelesaikan S3 nya.

“Penelitian ini cukup lama bahkan dari anak saya masih kecil sempat saat saya ambil S2 saya tinggali selama satu tahun dan pernah ke Belanda juga selama satu bulan. Alhamdulilah semua ini juga berkat doa anak-anak saya karena saya izin pertama dengan kedua anak saya,” tegasnya.

Dalam orasi ilmiah yang berjudul Elektrokimia : Tren Pengelolahan Limbah Cair Menggunakan Metode Elektrokoagulasi menjadi enegeri terbarukan.

“Saat ini banyak negara telah menyadari betapa pentingnta pemanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan sebagai pengganti energi tidak terbarukan seperti minyak bumi, batubara dan gas yang telah menimbulkan dampak lingkungan,” ujarnya.

Dengan semakin menipisnya cadangan sumber energi tidak terbarukan, maka biaya untuk penambangannya akan meningkat yang berdampak pada meningkatnya harga jual ke masyarakat.

“Pada saat yang bersamaan, energi  tidak terbarukan akan melepaskan emisi karbon ke atmosfir yang menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Staff Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Rosidin Hasan mengatakan akhirnya Polsri memiliki guru besar.

“Ini yang pertama bagi Polsri,  dan muncul guru besar. Ini  sebagai penguatan bagi polsri dan dengan adanya guru besar akan memiliki SDM kedepan calon mahasiswa  yang handal. Dan akan menjadikan  salah satu pilihan terbaik kuliah disini dan semakin banyak profesor akan meningkatkan kualitas kampus dan mahasiswanya,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Polsri Dr. Ing Ahmad Taqwa mengatakan sangat bangga atas pengukuhan guru besar yang pertama di Politeknik Negeri Sriwijaya ini.

“Alhamdulilah tadi kita menyaksikan bersama bahwa akhirnya Polsri “Pecah Telur” sudah menghasilkan guru besar yang pertama,” ujarnya.

Tentu, dengan adanya guru besar ini dapat memberikan semangat bagi para dosen lainnya untuk juga meraih gelar yang sama.

“Kedepan juga akan ada beberapa dosen kita lagi yang akan menjadi guru besar dan ini sedang proses,” tuturnya.

Laporan Hasan Basri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *