Rusak Berat Empat Lokal Kelas SDN 143 Palembang

- Jurnalis

Rabu, 23 Januari 2019 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Meski Enam lokal kelas SD Negeri 143 Palembang sudah dibangun bahkan sudah ditempati pada bulan Oktober 2018 yang lalu, namun empat lokal kelas yang lainnya justru sangat memperihatinkan, karena tak layak lagi untuk dijadikan ruang pembelajaran, pasalnya empat lokal kelas tersebut sudah kropos mengingat bangunan sekolah ini semua berasal dari bangunan kayu yang sudah lama tidak direnopasi.
Kepala SDN 143 Palembang Rismawati, S.Pd.SD mengatakan, Kerusakan disebabkan beberapa faktor, pertama bangunan kelas berbahan kayu sudah banyak lapuk. Di tiap lokal, terutama di plafonnya atau atap sekolah yang sering kali bocor, bahkan sebagian lantai mulai banyak bolong. Namun tetap kami upayakan kegiatan belajar berlanjut, karena kasihan jika mereka tidak sekolah. Tiap hari kami awasi siswa agar tidak terpeleset di lantai yang berlubang tersebut,” akunya.

Baca Juga:  ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP


Ruangan yang berada di atas rawa ini, secara kasat mata saja tampak sangat tidak layak. Bangunan yang terbuat dari papan, dinding ruangannya hampir seluruhnya terlihat sudah menghitam termakan usia dan lantai juga sangat memprihatinkan karena sudah tidak tersusun rapi lagi.Namun, siswa yang ada di sekolah ini tetap santai dan bermaim seperti biasa tanpa mengkhawatirkan, jika sewaktu-waktu lantai tersebut amblas dan roboh.

“Kerusakan disebabkan karena faktor usia, beberapa bangunan kelas berbahan kayu sudah banyak lapuk, rusak parah ditiap lokal terutama di plafonnya atau atap sekolah yang sering kali bocor, tidak hanya itu sebagian lantai mulai banyak bolong,kita takut sewaktu-waktu bisa saja menciderai siswa,” ujarnya.

Baca Juga:  Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Untuk itu Risma berharap pemerintah kota Palembang dapat memberikan bantuan perbaikan siswa empat lokal kelas yang tak layak lagi tersebut, mengingat siswa di sini jumlahnya cukup banyak, sehingga kalau empat lokal tak layak lagi bagaimana siswa bisa nyaman belajar. “Kita harap pemerintah bisa memberikan bantuan perbaikan ruang kelas tersebut, agar siswa bisa nyaman untuk belajar, sebab kemajuan pendidikan tidak terlepas dari keberadaan sarana dan prasarana yang memadai,”tutupnya(Hasan Basri)

Berita Terkait

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:10 WIB

OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB