banner 2560x598

banner 2560x598

Re-desain Pembelajaran IPA Adaptif di Masa Pandemi

  • Bagikan
Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].
Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Konsosrsium Pendidikan Biologi Indonesia Prof Dr Paidi MSi menyampaikan pembelajaran IPA secara daring telah terlaksana namun kualitasnya belum baik.

“Masih kurang keadaptian serta keefektifannya,” ujarnya saat dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

Seminar tersebut mengusung tema “Re-desain Pembelajaran IPA yang Adaptif di Masa Pandemi COVID-19”.

Dr Paidi mengatakan bahwa penggunaan teknologi informasi tidak dapat sepenuhnya mengganti proses tatap muka.

Jika mencapai pada masanya, ujar Paidi, yakni Era pasca Pandemi, pembelajaran IPA harus memiliki unsur-unsur pembangun yang efektif seperti berorientasi pada kemampuan abad 21.

Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].
Seminar Nasional Pendidikan IPA 2021 yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya [Unsri], Bukit Besar Palembang, Sabtu [16/10].

“Penggunaan tema-tema interdisipliner, adanya scientific process, media dan bahan belajar berbasis AR/VR dan serupa, aktivitas belajar daring, objek dan persoalan nyata dan aktifitas belajar luring atau klasikal,” jelasnya.

Sementara, menurut Dr Hartono MA selaku Dekan FKIP Unsri, pandemi COVID-19 menyebabkan pembelajaran berubah dari tatap muka [luring] menjadi daring.

“Walaupun pembelajaran online ini memiliki hambatan tetapi guru dan dosen tetap harus menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut dengan meningkatkan keterampilan dan terus meng-up-grade diri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hartono mengatakan terdapat berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi peserta didik dalam pembelajaran daring. Faktor internal antara lain, peserta didik diukur kejujurannya, suasana hati peserta didik sehingga bahagia mengikuti pembelajaran daring. Faktor eksternal terdiri atas indikator sosial terkait kerjasama dan toleransi.

Selain itu, jelas hartono, faktor lingkungan seperti suasana, fasilitas. Persepsi siswa SMA terhadap Mata Pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi menunjukkan pembelajaran secara daring belum efektif karena terdapat hambatan-hambatan terlaksananya pembelajaran daring seperti kendala sinyal dan peserta didik yang tinggal di tempat pelosok yang kesulitan mendapatkan akses sinyal internet.

Di sisi lain, Prof Dr Erman MPd dari Universitas Negeri Surabaya mempertegas harapan pembelajaran yang adaptif dan efektif pada masa pandemi [saat ini] dan pasca pandemi [masa depan].

“Pembelajaran IPA masa kini dan masa depan sudah seharusnya menjadi pembelajaran yang adaptif dan efektif, karena Pembelajaran yang adaptif yang dapat berlangsung di berbagai situasi atau lingkungan belajar baik secara luring ataupun daring” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran yang adaptif dan efektif dapat mencapai tujuan atau kompetensi dan dapat membuat peserta didik belajar IPA dengan baik

Pada kesempatan itu, Dr Parmin MPd dari Universitas Negeri Semarang menuturkan mahasiswa sudah seharusnya memiliki kemandirian dalam belajar

Menurut Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia ini, Masa pandemi seperti saat ini harus bisa mendorong lebih besar kemandirian mahasiswa dalam belajar dan juga menberikan cukup ruang bagi pendidik untuk membuat berbagai inovasi dalam pembelajaran

“Mahasiswa diharapkan [dapat lebih] menghasilkan karya publikasi dan mengembangkan jiwa science entrepreneurship. Juga Pendidik bisa memiliki inovasi dalam pembelajaran yang dapat dijadikan research untuk pada akhirnya dipublikasikan,” tandasnya.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan dihadiri oleh Keynote Speaker serta invited Speaker dari berbagai Universitas.

Keynote Speaker antara lain Prof Dr Erman MPd [Universitas Negeri Surabaya], Prof Dr Paidi MSi [Universitas Negeri Yogyakarta – Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia], Dr Parmin SPd MPd [Universitas Negeri Semarang- Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia], dan Dr Hartono MA [Dekan FKIP Universitas Sriwijaya].

Selain itu pada sesi paralel dihadiri secara daring oleh invited speaker yaitu Prof Dr Suratno MSi [Universitas Jember], Dr Suroso Mukti Leksono MSi [Universitas Ageng Tirtayasa], Dr. Rahmi Susanti MSi [Unsri], Dr Ratu Betta Rudibyani MSi [Unila], Dr Rer Nat Sri Mulyani MSi [Universitas Sebelas Maret], Dr Effendi MSi [Unsri], Dr Mustikawati MSc [Universitas Lambung Mangkurat], Dr Sahrul Saehana MSi [Universitas Tadulako], dan Dr Ismet MSi [Unsri].

Editor Abror Vandozer

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *