Kebungson, Gresik Jawa Timur
“Jadi itukah yang membuat biyung selama ini sedih?” Pertanyaan Jaka Samudera langsung meluncur setelah Nyai Ageng Pinatih baru saja menutup kedua bibir tipisnya. Mata bocah laki-laki itu berkilat, rasa penasaran yang tersimpan begitu besar membuat dirinya ingin mencari lebih dalam kisah masa lalu perempuan yang telah dua belas tahun merawatnya seperti anak kandung sendiri. “Bukan… bukan itu Jaka!” Nyai Ageng Pinatih menggeleng.
Kepalanya bergerak lembut seperti semilir angin yang mencoba menggoyahkan sumbu cahaya lampu minyak jarak. “Lalu apa biyung?” “Tunggu biyung selesaikan ceritanya dulu,” Nyai Ageng Pinatih melepaskan senyum. Ia sangat hafal sifat putra angkatnya itu. Jika sudah tekad keinginannya, maka tidak ada yang bisa mengalahkan niatnya selain kuasa sang maha pencipta.
Jaka Samudera memiliki karakter gigih dan tekad yang kuat. “Baik biyung. Maafkan kelancangan Jaka.” Jaka Samudera membungkuk, memberi penghormatan sekaligus permintaan maaf dengan bahasa tubuhnya. “Tidak apa-apa Jaka. Biyung senang melihat rasa ingin tahumu.” Nyai Ageng Pinatih tersenyum. Bibir merah delimanya seperti kuntum bunga mawar yang merekah sempurna di pagi hari. Perasaan perempuan berhidung mancung itu sudah lebih baik dari sebelumnya. Awan hitam yang sejak pagi tadi bergulunggulung di dadanya, seakan telah tumpah menjadi hujan yang Prahara di Pulau Maspari | 85 membasahi hati. Beban perasaan yang telah lama dipendamnya, kini terasa sedikit lebih ringan. Seringan awan selepas hujan. Andai Jaka Samudera tidak mendesaknya bercerita sejak sore tadi, mungkin dirinya akan terus tenggelam dalam belenggu kegelisahan, kerinduan serta ketakutan yang bercampur jadi satu kenangan pahit di masa kecilnya.
Keingintahuan putra angkatnya itu, telah sangat membantu dirinya mengurai kegundahan yang terasa tak berujung. “Setelah mendengar cerita A Pa, di malam itu biyung jadi tidak bisa tidur.” Nyai Ageng Pinatih melanjutkan ceritanya. “Ada bayang-bayang para perompak di ujung mata biyung. Setiap kali memejamkan mata, kilatan pedang dan sorot mata bengis selalu muncul tiba-tiba.” Jaka Samudera menarik nafas panjang. Ia bisa membayangkan ketakutan yang dirasakan biyungnya sewaktu kecilnya dulu.
“Derit gesekan kayu, ayunan ombak dan kemunculan tiba-tiba para perompak di atas kapal membuat waktu di malam hari terasa amat panjang.” Nyai Ageng Pinatih menarik nafas dalam-dalam, menyesap udara ruangan yang terasa hangat. Lalu secara perlahan, ia melepas udara di dalam rongga dadanya, selembut desiran angin malam yang merambat ke dalam ruangan bercahaya temaram itu lewat celah pintu dan daun jendela.
Dinding-dinding kayu berwarna cokelat memantulkan kerlipan genit lampu minyak jarak. Garis bayangan yang terlukis pada dinding kayu sesekali ikut bergoyang mengikuti arah angin bertiup. Begitu juga dengan bayangan guci-guci Tiongkok yang sejak lama membisu di sudut-sudut ruangan. Beberapa diantaranya adalah guci pemberian Shi Jin Qing puluhan tahun silam. Malam yang mulai merangkak membuat derit serangga-serangga malam terdengar semakin ramai.
Mereka seolah ikut mendengarkan Nyai Ageng Pinatih yang mulai kembali bercerita tentang masa kecilnya. Suara serangga yang berderit kencang serta saling bersahut-sahutan, seakan mewakili rasa penasaran yang teramat ramai di dalam benak Jaka Samudera. Usai menyambar ubi rebus dengan tangan kanannya, bocah lelaki itu kembali duduk bersila dengan tatapan mata yang hampir tidak berkedip ke arah ibu angkatnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

