Prahara di Pulau Maspari: Kidung Rindu

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 1 Kidung Rindu

BAB 1 Kidung Rindu

Gresik, Jawa Timur

by Agus Sulaiman SE & Rohadi Wijaya

WIDEAZONE.com | Sepasang burung camar terbang meliuk-liuk lalu berputar di dermaga sandar. Sayap-sayap mereka lincah membelah angin laut yang berhembus di atas tiang-tiang kapal. Di bawah langit pagi, burung camar itu mengejar gulungan ombak yang mengecup pantai. Sinar matahari pagi seolah ikut mencumbu hamparan pasir hitam di sepanjang pantai.

Buih-buih air yang ditinggal ombak, membuat liukan bibir pantai nampak berkilauan seputih perak. Beberapa ekor kepiting berkulit gelap sibuk mengejar ombak yang kembali ke samudera. Kulit basahnya berkilat-kilat, seperti cermin-cermin kusam di atas pasir yang berlarian di atas pasir. Sesekali, angin laut datang berhembus lebih kencang. Ia seakan merayu ombak untuk bergulung lebih cepat menuju pantai, mengajak puluhan kapal di dermaga untuk ikut bergoyang bersama irama ombak.

Baca Juga:  Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Membisik tiang-tiang layar yang tergulung untuk ikut menari bersama riuh suara ombak yang memukul lambung-lambung kapal. Sepasang burung camar kembali berputar di atas dermaga. Sayap mereka lincah membawa tubuhnya terbang melintasi tiang-tiang kapal. Meski suara kepakan sayap-sayap mereka hilang ditelan suara deru ombak, namun keduanya tetap terbang dengan lincah, meliuk dan menukik di antara tiang dan lambung kapal-kapal kayu yang tengah membongkar isi muatannya ke sisi dermaga. Ketika fajar mulai menyingsing, suasana hiruk pikuk di dermaga pelabuhan Gresik itu semakin terasa.

Selain suara derap langkah kuli panggul yang naik turun di atas lambung kapal, laju putaran roda gerobak angkutan barang yang ditarik kuda juga tidak kalah ramainya dengan hingar suara tawar menawar di pasar pelabuhan. Suasana Pelabuhan Gresik menjelang pagi begitu ramai. Kerumunan pedagang dan pembeli di sepanjang dermaga, seperti sebongkah gula pasir yang dikepung ribuan semut.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Saat ini, Gresik tengah menjadi pelabuhan dagang terbesar di pulau Jawa. Selain pedagang dari Tiongkok, sudah sejak lama orang-orang dari Gujarat, Kalikut, dan Benggala juga turut memperdagangkan barang kebutuhan sehari-harinya di sini. Keberadaan pelabuhan Gresik yang kian ramai, menjadi titik penting yang menghubungkan jalur perdagangan para saudagar mulai dari wilayah timur hingga baratnya dunia. Letaknya yang strategis, membuat pelabuhan Gresik layaknya sebuah perhiasan dari kota-kota pelabuhan lainnya di pulau Jawa.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru