Kebungson, Gresik Jawa Timur
“Apa yang terjadi di malam itu, biyung?” Pertanyaan Jaka Samudera sontak menyadarkan Nyai Ageng Pinatih dari lamunan. Kenangan di balik purnama itu membuat perempuan paruh baya itu hanyut dalam lamunan. “Tidak lama setelah bunyi genderang terdengar, biyung melihat kapal-kapal armada laut menyalakan obor. Malam itu, ada ribuan titik api yang menyala itu.
Laut di perairan Pulau Maspari seperti terbakar.” Nyai Ageng Pinatih menghela nafas. Sepasang tangannya gesit merapihkan kain yang menutupi kepala. Sapuan angin dingin membuat kain penutup kepalanya sedikit miring. Setelah melingkarkan ujung kain di bagian lehernya, sang saudagar itu mengambil sepotong ubi rebus di hadapannya.
Mencubit bagian ujung ubi rebus, lalu memasukannya ke dalam mulut dengan gerakan yang anggun. “Biyung mendengar suara paman Ji Hong memberikan instruksi kepada prajurit. Saat itu ada beberapa kapal asing mendekati barisan kapal pertama.” Terang Nyai Ageng Pinatih setelah menelan daging ubi rebus. “Siapa yang datang?” Kening Jaka Samudera mengkerut.
Mulutnya berhenti mengunyah potongan ubi rebus yang telah masuk ke dalam mulut. Rasa manis perlahan-lahan merambat di sekujur lidahnya. “Gerombolan perompak Chen Zhuyi!” Jawaban yang keluar dari bibir merah Nyai Ageng Pinatih sontak membuat Jaka Samudera hampir melompat. Bocah dua belas tahun itu terkejut bukan kepalang. “A..pa?” Mulut Jaka Samudera ternganga. “Apa mereka tidak melihat di dalam ratusan kapal-kapal besar itu berisi prajurit bersenjata lengkap?”
“Itu juga yang menjadi pemikiran biyung. Tetapi anehnya, tidak ada satupun kapal yang menghadang. Para prajurit hanya bersiaga dengan busur dan panah di sepanjang sisi kapal.” “Kapal perompak itu dibiarkan lewat begitu saja?” Nyai Ageng Pinatih mengangguk. “Dari balik dinding, biyung mendengar bahwa Laksamana memang mengundang Chen Zhuyi di malam itu.” “Untuk apa mengundang para perompak kejam seperti mereka?”
Jaka Samudera menggaruk-garuk keningnya. Ia tidak habis pikir kenapa sang Laksamana tidak langsung menumpas habis saja gerombolan perompak malam itu juga. “Malam itu, biyung menyangka akan terjadi peperangan di atas laut. Akan ada kilatan pedang dan pertumpahan darah, akan ada kapal yang terbakar oleh panah api, serta jeritan suara meregang nyawa.”
Jaka Samudera buru-buru mengambil minuman wedang jahenya. Ia mencoba membasahi tenggorokan yang masih sesak oleh sisa kunyahan ubi rebus. Situasi yang semakin seru membuatnya tidak ingin melewati begitu saja cerita ibu angkatnya. Bocah dua belas tahun itu mencoba menebak-nebak, para perompak itu sengaja dibiarkan masuk ke dalam kepungan kapal merupakan bagian dari strategi sang Laksamana.
“Tetapi, hingga fajar hampir menyingsing, biyung hanya mendengar suara sapuan air laut.” “Maksud biyung, malam itu tidak ada sama sekali pertempuran antara gerombolan perompak dan pasukan Laksamana?” Jaka Samudera mencoba mencari jawaban di antara tatapan lembut ibu angkatnya. “Iya Jaka. Sama sekali tidak terjadi hal yang biyung khawatirkan.” “Jadi, apa yang dilakukan para perompak di malam itu?”
“Menurut prajurit yang semalam berjaga, Laksamana Cheng Ho hanya membacakan surat maklumat kaisar kepada Chen Zhuyi agar pimpinan perompak itu mau menyerahkan diri tanpa perlawanan.” “Apakah gembong perompak itu setuju?” “Chen Zhuyi meminta waktu untuk memberikan jawabannya hingga akhir purnama nanti. Rombongan perompak itu kembali pulang tanpa diganggu sedikitpun oleh para prajurit.” Jawaban Nyai Ageng Pinatih memaksa Jaka Samudera berfikir keras.
Ia benar-benar dibuat bingung dengan strategi Laksamana Cheng Ho menghadapi perompak Selat Malaka itu. Secara jumlah, armada Kaisar Ming dapat dengan mudah mengalahkan Chen Zhuyi dan gerombolannya. Tetapi sang laksamana masih saja memberi kesempatan gerombolan itu untuk menyerah tanpa pertumpahan darah. “Apa ini juga taktik licik Chen Zhuyi untuk melihat pasukan Laksamana Cheng Ho?” Jaka Samudera menerka-nerka dalam hati.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-129x85.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

