Prahara di Pulau Maspari: di Balik Purnama

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 10: Prahara di Pulau Maspari: di Balik Purnama

BAB 10: Prahara di Pulau Maspari: di Balik Purnama

Perairan Pulau Maspari

Shi Daniang memandangi gugusan pulau Maspari dari kejauhan. Dari balik jendela, ia menikmati pemandangan bukit-bukit yang hijau menjulang dikelilingi batu karang hitam. Beberapa burung nampak berputar-putar dan hinggap di antara lebatnya pepohonan yang tumbuh di atas bukit. Senja itu, lamunannya ikut terhanyut sapuan ombak yang tenang. Kilauan buih air laut di bibir pantai, seperti bermain kejar-kejaran dengan burung-burung laut yang kembali pulang di gugusan karang pulau Maspari. “Ji Sun jaga!” Teriakan Shi Ban Ci seketika membuyarkan khayalan Shi Daniang.

Gadis berpita merah itu segera mencari-cari tempat bersembunyi. Seperti biasa, Shi Daniang dan kedua adiknya bermain petak umpet pada hari menjelang sore. Permainan yang rutin dimainkan bersama kedua adiknya itu dapat membuatnya melupakan kebosanan di atas laut untuk sesaat. Entah sudah berapa kali ia dan kedua adiknya bersembunyi diantara susunan tong-tong kayu kosong.

Namun, permainan mencari tempat persembunyian dan menangkap basah kedua adiknya yang bersembunyi, membuat Shi Daniang semakin menyayangi kedua adiknya. Sebuah permainan yang mengajarkan arti kasih sayang dan saling menjaga selama pelayaran. “Cie-cie ayo!” Ban Ci berteriak panik.

Gadis berponi itu mengajak kakak sulungnya segera berlari mencari tempat persembunyian. Shi Daniang mengikuti arah lari Shi Banci yang keluar ruangan geladak kapal. Derap langkah kaki mereka diiringi suara hitungan Ji Sun. Putra bungsu Shi Jin Qing itu tengah menutup matanya sambil menghadap tiang penyangga. Menyembunyikan pandangan matanya di atas tumpukan tangan.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

“Delapan… Sembilan…” Suara Ji Sun yang hampir mendekati akhir hitungan membuat Ban Ci panik. Ia segera bersembunyi di sela-sela tumpukan kotak kayu dekat pintu ruang geladak. Prahara di Pulau Maspari | 118 Lain halnya dengan Shi Daniang. Gadis berhidung mancung itu berlari ke arah anjungan kapal. Manik matanya sibuk mencari-cari tempat bersembunyi paling aman. “Ah, mungkin Ji Sun tidak akan mengira aku bersembunyi di dalam sana.”

Pandangan Shi Daniang tertuju pada sebuah tong kayu yang berada tepat di bawah tiang utama kapal. Putri sulung Shi Jin Qing itu cepat-cepat mengayun sepasang kakinya. Shi Daniang membuka penutup tong kayu di hadapannya dengan tergesa-gesa. “Kosong..” Mendapati tempat persembunyiannya di bawah tiang itu kosong tidak ada isinya, Shi Daniang bersorak dalam hati. Sepasang kakinya sudah masuk ke dalam tong kayu tepat bersamaan saat Ji Sun mengakhiri hitungan mundurnya.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Dengan gerakan hati-hati, Shi Daniang menggeser bagian penutup tempat persembunyiannya. Tong kayu di bawah tiang utama kapal itu cukup untuk sekedar berjongkok atau duduk bersandar sambil menekuk kaki. Dari celah-celah kayu, Shi Daniang bisa melihat adik bungsunya keluar dari ruang geladak kapal. “Aku harus menganggap diriku tidak ada di sini.”

Shi Daniang merapatkan punggungnya ke dinding tong kayu. Kedua kakinya dipeluk rapat-rapat sembari mengatur aliran nafas. Hembusan angin laut melalui celah-celah kayu membuat Shi Daniang semakin nyaman menyandarkan punggungnya. Garisgaris cakrawala senja masih sempat dinikmatinya sebelum akhirnya suasana menjadi gelap oleh rasa kantuk yang seketika menyergap.

Putri sulung Shi Jin Qing itu tertidur di tempat persembunyiannya. Rasa kantuk yang memasung hebat, membuat gadis berhidung mancung itu tidak mengetahui telah berapa lama waktu yang telah di lewatinya di dalam tong kayu tersebut. Ia sama sekali tidak mengetahui kapal yang ditumpanginya telah bergerak, mendekati pulau Maspari lebih dekat lagi.

Sementara itu, semua orang seketika menjadi panik saat Shi Daniang dikabarkan menghilang saat dua orang juru masak kapal dan kedua adiknya harus dipindahkan ke kapal komando oleh prajurit Wang Ji Hong. ***

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB