Prahara di Pulau Maspari: Cermin yang Terbelah

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 14: Prahara di Pulau Maspari: Cermin yang Terbelah

BAB 14: Prahara di Pulau Maspari: Cermin yang Terbelah

“A Pa datang ke kapal dan mencari tahu keberadaan biyung. Pada malam peristiwa itu, A Pa tidak bisa tidur saat mengetahui biyung tidak ikut bersama Ji sun dan Ban Ci pindah dari kapal yang dijadikan umpan para perompak.” “A Pa mencari-cari biyung di antara tumpukan mayat.” Jaka Samudera bisa membayangkan kepedihan yang dirasakan Shi Jin Qing saat itu. “Setelah lelah mencari dan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan biyung, A Pa menangis sedih.

Ia merasa bersalah karena mengajak biyung dalam pelayaran yang berbahaya itu.” Mata Nyai Ageng Pinatih mulai berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahan rasa haru mengenang peristiwa pada hari itu. “Ketika biyung sadarkan diri, dan merangkak keluar dari balik mayat seorang prajurit, A Pa langsung bergegas memeluk biyung. Ia menangis terharu melihat biyung yang tidak sanggup lagi berbicara akibat trauma dan rasa takut.” “Bagaimana perasaan biyung begitu melihat wajah A Pa?” “Tentu sangat senang.

Biyung merasa itu adalah mimpi terindah selama hidup biyung.” Nyai Ageng Pinatih tersenyum lebar. Kenangan yang sulit dilupakannya itu membuat wajah putih lobaknya semakin cerah di bawah sinar lampu. Untuk sesaat, saudagar Gresik itu hanyut terbawa kebahagiaan masa kecilnya. “Lalu, bagaimana nasibnya Chen Zhuyi setelah ditangkap Laksamana?”

Syahbandar Gresik itu mengembangkan senyumnya mendengar Jaka Samudera masih penasaran dengan nasib pimpinan perompak Selat Malaka. “Pimpinan perompak dan dua orang terdekatnya itu dipulangkan ke Tiongkok untuk menjalani hukuman. Laksamana Cheng Ho juga menyita dua stempel perunggu milik Chen Zhuyi yang menjadi simbol kekuasaan tertinggi gerombolan perompak di Selat Malaka.”

Jaka Samudera mengangguk-anggukkan kepala. Ada hikmah yang ia dapat dari kisah masa kecil ibunya. Mulai dari strategi perang, bagaimana menjadi pemimpin, hingga sikap yang adil bijaksana terhadap orang lain, termasuk pada musuh yang ada di depan mata. “Lalu bagaimaa dengan harta-harta yang sudah dirampas para perompak itu biyung?” Prahara di Pulau Maspari | 156 “Biyung tidak begitu mengetahui perihal itu.

Tetapi ada beberapa cerita mengabarkan harta-harta itu disita dan dikembalikan kepada pemiliknya, khususnya benda-benda berharga yang menjadi benda pusaka kerajaan,” “Tetapi ada juga kabar burung bahwa harta-harta itu masih ada dan disembunyikan sisa-sisa anggota perompak yang melarikan diri. Terdengar kabar, kapal yang membawa pusaka turun temurun kedatuan Sriwijaya itu terkena badai di perairan Pulau Maspari.”

Jaka Samudera menyimak penjelasan panjang lebar ibu angkatnya. Wajah lugunya begitu serius mendengar kalimat demi kalimat yang dirangkai sepasang bibir merah Nyai Ageng Pinatih. Dengan sangat antusias, bocah dua belas tahun kembali mendengarkan penuturan biyungnya setelah peristiwa prahara di malam itu. “Atas jasa melaporkan tindakan Chen Zhuyi yang sangat merugikan hubungan perdagangan antar negara, Kaisar Yong Le memberikan penghargaan kepada A Pa dan menunjuk A Pa sebagai duta dagang Tiongkok untuk kerajaan Majapahit.”

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru