Namun, sebelum proses penyerahan kepada imigrasi, SG menolak untuk dikeluarkan dari tahanan Polda Bali karena merasa tindakan tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku mengingat kuasa hukumnya sudah melayangkan gugatan praperadilan terkait penangkapan dan laporan dugaan pemerasan oleh anggota Polri.
“Yang bersangkutan (keberatan) tentang kegiatan di Imigrasi karena di sini diekstradisi, kenapa dideportasi, padahal itu suatu sistem saja. Tapi, setelah kita sarankan, sudah kegiatan pendataan di Imigrasi itu di bandara, kita melakukan pengeluaran tahanan dengan sistem ekstradisi,” ungkap Kabid Humas.
Ia juga menjelaskan proses ekstradisi terhadap SG berdasarkan permintaan dari Pemerintah Kanada dan dipastikan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Namun demikian, langkah yang diajukan oleh kuasa hukum SG dengan mengajukan praperadilan tetap berjalan, termasuk laporan pemerasan yang diduga dilakukan oleh anggota polisi dari Mabes Polri.
“Itu masih proses, tetap proses. Tidak ada masalah, semuanya yang dilaporkan terkait pemerasan, praperadilan yang diajukan pengacaranya juga sementara proses. Nanti tinggal tunggu dari pengadilan terkait hal itu,” pungkas Stefanus Satake. (JFA)
Halaman : 1 2



















