WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Polemik yang melanda Universitas Sriwijaya [Unsri] menuai beragam atensi publik, tak terkecuali Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru.
Herman Deru mengaku kaget dan meminta masyarakat jangan langsung memvonis namun tetap menerapkan asas praduga tak bersalah.
“Saya terkejut nonton itu di televisi, saya nggak nyangka kalau masih saja terjadi yang begitu-gitu, padahal di kalangan intelektual,” ucap Gubernur Sumsel Herman Deru, dikutip dari keterangan persnya, di Palembang, Sabtu [4/12/2021].
Walaupun saat ini, kata Deru, laporan terduga korban sedang diusut pihak kepolisian, masyarakat jangan sampai memberikan vonis terlebih dahulu.
Menurutnya, dalam kasus seperti ini masyarakat patut menerapkan asas praduga tak bersalah.
“Tapi kita juga tentu harus menggunakan azas praduga tak bersalah ya. Tidak boleh kita langsung menghakimi, kita ada aparat hukum yang silakan dengan leluasa menyelidiki ini,” ungkapnya.
Deru menuturkan kalau memang ada bukti-bukti permulaannya silakan ditingkatkan ke penyidikan. Tapi kita masyarakat juga jangan memvonis atau menghukum duluan, “Karena kita ini Negara yang menghormati hukum,” ujarnya.
Di samping itu, dalam menindaklanjuti kasus ini, HD mengatakan, upaya Pemprov Sumsel yakni akan mendorong Dinas PPPA Sumsel memberikan pendampingan terhadap terduga korban.
“Saya akan turunkan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan [Dinas PPPA] untuk pendampingan, termasuk trauma healing-nya,” pungkasnya.



![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)






![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

