“PLTS” Solusi Petani Tanjung Raja Panen Dua Kali

- Jurnalis

Selasa, 23 November 2021 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: ilustrasi

foto: ilustrasi

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS] sebagai upaya mendorong kemajuan dalam bidang pertanian.

Sebelumnya, petani mengandalkan sawah tadah hujan, saat musim kemarau datang kegiatan bercocok tanam terhenti, setahun pun panen hanya bisa sekali.

“PLTS untuk irigasi menjadi salah satu aplikasi langsung teknologi solar rooftop yang sangat membantu para petani,” ungkap Agung saat memberikan keterangan di Jakarta, pada laman Kementerian ESDM, Selasa [23/11]

Dikatakan Agung, dengan PLTS, tidak memerlukan penyewaan lahan yang luas dan investasinya juga terjangkau, dari sisi manfaat, ini memberikan dampak berkali lipat bagi pendapatan petani.

Pemanfaatan energi baru terbarukan terus didorong, tak terkecuali guna menunjang perekonomian warga masyarakat.

Selaras dengan apa yang disampaikan Agung, Ketua Kelompok Tani Sehati Desa Tanjung Raja, Muara Enim, Sumatera Selatan, Hopaini, mengungkapkan bahwa sejak hadirnya PLTS irigasi berkapasitas 16,5 kilo Watt peak (kWp) di desanya yang beroperasi tahun 2020 lalu, dalam kurun satu tahun terakhir petani Tanjung Raja telah dua kali memanen hasil sawahnya, dari yang biasanya hanya setahun sekali.

Baca Juga:  DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎

“Jadi kalau istilah dari Dinas Pertanian itu, IP200 [satu tahun dua kali panen], kita tingkatkan nanti sampai IP300. Target ke depannya 2 tahun bisa sampai lima kali panen, kalau pengairan lancar dan memungkinkan,” ujar Hopaini ditemui tim ESDM di desa Tanjung Raja, Muara Enim [18/11].

Hopaini bersama beberapa warga juga bertanggung jawab atas maintenance sistem PLTS irigasi tersebut.

Ia menyebutkan, sebelum adanya PLTS irigasi ini, beberapa kali lahan mereka terancam gagal panen karena tidak menentunya musim. Pasalnya, akses ke sumber air yang terlampau sulit. “Meski terletak lumayan dekat dengan Sungai Enim, sawah warga dikelilingi perbukitan dan terhalang jalan raya dan stasiun kereta,” tutur Hopaini.

Nurlela, seorang petani yang tenggah menggarap lahan sawahnya pun mengungkapkan kebahagiannya sejak PLTS irigasi hadir di desanya. “Terima kasih sekali, biasanya musim kemarau bingung mau kerja apa, sekarang bisa tanam padi lagi. Senang kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

PLTS irigasi Desa Tanjung Raja adalah salah satu program CSR PT Bukit Asam. Pompa irigasi yang digunakan merupakan pompa jenis submersible, memiliki kemampuan menyedot air yang mengandung lumpur.

Kapasitas pompa tersebut adalah 30 liter/detik dengan head mencapai 30 meter. Pompa tersebut digerakkan oleh listrik yang dihasilkan dari 60 panel PV polycrystaline berkapasitas masing-masing 275 Watt peak [Wp] yang berjajar menghiasi atap jembatan desa.

Pompa menyedot air Sungai Enim sejauh 1 kilometer ke bak intake berukuran 3x3x2 m3 yang kemudian didistribusikan ke sawah warga yang dimiliki oleh sekitar 100 orang petani.

“Peletakan PLTS di jembatan ini membawa daya tarik tersendiri, sekarang menjadi icon kebanggaan warga desa Tanjung Raja. Selain tidak memakan lahan warga, lokasi ini juga dipilih untuk mendapatkan terik matahari terbaik sebagai sumber energi yang digunakan,” pungkas Hopaini. [Abr/Sa]

Berita Terkait

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Berita Terbaru