WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Perekonomian Sumsel diperkirakan mengalami perlambatan, namun perlambatan di triwulan I merupakan fenomena yang wajar dan merupakan bagian dari siklus pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena proyek pemerintah yang masih dalam tahap perencanaan, proses awal pelelangan, serta belum masuknya dana transfer ke daerah mengakibatkan masih rendahnya realisasi anggaran belanja.
Kepala Perwakilan BI Sumsel, Yunita Resmi Sari, menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global yang tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi negara maju, turut berdampak pada turunnya permintaan ekspor Sumsel. Harga komoditas di Februari 2019 yaitu minyak kelapas awit serta minyak bumi masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar -19,48% (yoy) dan -16,63% (yoy).
Di sisi lain harga karet sedikit meningkat sebesar 0,19% (yoy) namun masih berada pada level yang rendah yaitu USD 1,9/kg. Harga komoditas yang masih rendah dan berada pada tren menurun ini diperkirakan akan berdampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi Sumsel.
Di sisi lain dikatakannya, harga batubara masih berada di level yang cukup tinggi yaitu sebesar USD 80,97/metrik ton, walaupun sedikit mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Masih baiknyakinerja komoditas batubara diharapkan menopang positifnya pertumbuhan ekonomi Sumsel.
Perlambatan ini dikonfirmasi oleh pertumbuhan jumlah dana pihak ketiga perbankan di Januari 2019 yang melambat sebesar 9,69% (yoy), turun dibandingkan Desember 2018 yang sebesar 11,09% (yoy).
Hal yang sama dijelaskannya, terjadi pada penyaluran kredit yaitu melambat menjadi sebesar 12,63% (yoy) dari sebelumnya 13,38% (yoy) di Desember 2018. Sejalan dengan penurunan kondisie prekonomian global dan melambatnya kinerja perekonomian Sumsel di triwulan ini, terdapat penurunan kualitas kredit Provinsi Sumatera Selatan di bulan Januari 2019 yang ditunjukkan dengan nilai NPL sebesar 4,24% atau meningkat dari sebelumnya 3,79%. Bank Indonesia.
Sementara itu, Bank Indonesia Perwakilan Sumsel menilai pertumbuhan ekonomi Sumsel yang di atas nasional pada 2018 sebesar 6,04 % merupakan pertumbuhan berkualitas karena dibarengi rendahnya inflasi. Capaian inflasi Sumsel pada tahun 2018 tercatat hanya 2,74%. “Jarang ada daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi namun inflasinya tetap rendah,”tuturnya.
Pencapaian dua indikator ekonomi makro itu disebabkan karena produk domestik regional bruto (PDRB) didorong oleh investasi dan sektor produktif, tidak semata-mata oleh sektor konsumsi. Perkembangan harga volatile food terjaga sehingga inflasi relatif stabil dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi tinggi yang berkualitas, tandas Yunita.



![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)

![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

