Pemberitaan tentang Virus Corona atau COVID-19 menjadi santapan lezat diruang publik saat ini. Apalagi dampak pandemi ini berpotensi meyengsarakan masyarakat menggusur kebutuhan-kebutuhan vital secara global bahkan mengancam keberlangsungan kehidupan manusia.
Dilematis semakin memuncak ketika diketahui bahwa Virus yang tak tampak secara kasat mata, kemendesakan akan hal-hal inilah yang menjadi faktor mengapa pemberitaan di media diburu bagi masyarakat.
Media sebagai sumber frekuensi pemberitaan melaju kencang seirama covid 19 mengitari pelosok jagat. Semua fakta terkait digarap secara saksama untuk dilihat, dibaca dan ditonton dari pengindraan mata, terserap aneka informasi sehingga dapat mengartikulasi nilai bagi kepentingan publik.
Pemerintah menyusun regulasi dan kebijakan serta perbaikan sistem pelayanan dalam bidang kesehatan beserta ilmuwan, dermawan yang telah berkontribusi dalam memberikan gagasan, kebijakan, tindakan praktis.
Di tengah gelombang Corona yang kian dahsyat, publik lebih terkesima terhadap imbas dari gejala ini. Publik berusaha mencari langkah solusif untuk menghindari agar tidak terpapar.
Sebagai personal jurnalis itu menjadi pilar yang amat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terkhusus di tengah pandemi COVID-19. Dengan tulisan merupakan suatu apresiasi atas kerja keras dan keberanian para wartawan yang berandil dalam memberikan suatu informasi edukatif bagi penyelamatan publik dari virus mematikan ini.
Khusus untuk Pandemi COVID-19, para medis adalah garda terdepan dalam menyelamatkan pasien. Benar adanya. Namun jika kita ingin mencermati secara teliti isi imbaun atau larangan demi memutus laju penyebaran covid 19 semisal; social distancing maka orang yang harusnya bertanggung jawab adalah pribadi setiap orang bukan para medis atau pemerintah.
Yang jadi prihatin saya!, Pemerintah krisis keadilan terhadap wartawan. Kita ketahui Wartawan sebagai penentu informasi. Tapi saya melihat ada yang terabaikan dari bilangan apresiatif pemerintah tentang kontribusi kepada para Wartawan dalam segi pertarungan di lapangan.




![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-225x129.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-225x129.jpg)



![Video anggota DPRD Banyuasin berinisial SY dari Fraksi Gerindra yang terlihat merokok saat Rapat Dengar Pendapat [RDP] berlangsung viral di media sosial.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260826-WA0021-129x85.jpg)

![Kantor Pusat Perumda Tirta Musi Palembang. [Gambar: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0009-129x85.jpg)



![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)


