Perjuangan Wartawan di Tengah Pandemi

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2020 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamsyah

Alamsyah

Pemberitaan tentang Virus Corona atau COVID-19 menjadi santapan lezat diruang publik saat ini. Apalagi dampak pandemi ini berpotensi meyengsarakan masyarakat menggusur kebutuhan-kebutuhan vital secara global bahkan mengancam keberlangsungan kehidupan manusia.

Dilematis semakin memuncak ketika diketahui bahwa Virus yang tak tampak secara kasat mata, kemendesakan akan hal-hal inilah yang menjadi faktor mengapa pemberitaan di media diburu bagi masyarakat.

Media sebagai sumber frekuensi pemberitaan melaju kencang seirama covid 19 mengitari pelosok jagat. Semua fakta terkait digarap secara saksama untuk dilihat, dibaca dan ditonton dari pengindraan mata, terserap aneka informasi sehingga dapat mengartikulasi nilai bagi kepentingan publik.

Pemerintah menyusun regulasi dan kebijakan serta perbaikan sistem pelayanan dalam bidang kesehatan beserta ilmuwan, dermawan yang telah berkontribusi dalam memberikan gagasan, kebijakan, tindakan praktis.

Di tengah gelombang Corona yang kian dahsyat, publik lebih terkesima terhadap imbas dari gejala ini. Publik berusaha mencari langkah solusif untuk menghindari agar tidak terpapar.

Sebagai personal jurnalis itu menjadi pilar yang amat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terkhusus di tengah pandemi COVID-19. Dengan tulisan merupakan suatu apresiasi atas kerja keras dan keberanian para wartawan yang berandil dalam memberikan suatu informasi edukatif bagi penyelamatan publik dari virus mematikan ini.

Khusus untuk Pandemi COVID-19, para medis adalah garda terdepan dalam menyelamatkan pasien. Benar adanya. Namun jika kita ingin mencermati secara teliti isi imbaun atau larangan demi memutus laju penyebaran covid 19 semisal; social distancing maka orang yang harusnya bertanggung jawab adalah pribadi setiap orang bukan para medis atau pemerintah.

Yang jadi prihatin saya!, Pemerintah krisis keadilan terhadap wartawan. Kita ketahui Wartawan sebagai penentu informasi. Tapi saya melihat ada yang terabaikan dari bilangan apresiatif pemerintah tentang kontribusi kepada para Wartawan dalam segi pertarungan di lapangan.

Berita Terkait

Dunia Anak dalam Lukisan AI Denny JA
KAPAN Kabut Asap Karhutla Kabur dari Bumi Sriwijaya?
Kepengurusan Berakhir, Seniman Gugat DKSS
Sosok Santri dan Semangat ANTIKORUPSI
“Kemah Bakti Pulau Maspari” Destinasi Hingga Petilasan Cheng Ho
November, Jabatan Panglima TNI Demisioner, Dua Kandidat Kuat?
Donasi Rp2 Triliun, Menakar Sikap Kesatria Kapolda Sumsel
Spirit Literasi di Ruang Publik

Berita Terkait

Senin, 1 Juli 2024 - 10:47 WIB

Dunia Anak dalam Lukisan AI Denny JA

Jumat, 29 September 2023 - 07:35 WIB

KAPAN Kabut Asap Karhutla Kabur dari Bumi Sriwijaya?

Selasa, 22 Agustus 2023 - 19:44 WIB

Kepengurusan Berakhir, Seniman Gugat DKSS

Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:13 WIB

Sosok Santri dan Semangat ANTIKORUPSI

Senin, 18 Oktober 2021 - 07:00 WIB

“Kemah Bakti Pulau Maspari” Destinasi Hingga Petilasan Cheng Ho

Berita Terbaru