Penerapan Sistem Zonasi Ditentang

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2019 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisdik Sumsel-Drs. Widodo, M.Pd_

Kadisdik Sumsel-Drs. Widodo, M.Pd_

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Penerapan sistem kewilayahan lembaga pendidikan atau disebut zonasi, sudah sejak awal penerapannya “ditentang” Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Sumsel, Widodo.

Apabila di Jakarta (Pulau Jawa), sistem zonasi itu bisa diterapkan dengan baik. “Namun kalau di Palembang, itulah sering terjadi pertentangan,” ujar Widodo, di ruang kerjanya, Jumat (12/7/2019).

Di Pulau Jawa, katanya, banyak sekolah berkualitas yang tersebar di beberapa tempat. Jika ada siswa yang potensial dan lulus dari satu zona, mereka sudah bisa sekolah di lembaga pendidikan yang bagus.

Tapi kalau di Sumatera, terutama di Sumsel, apakah hal seperti itu dapat terjadi?
“Keadaan ini yang sangat saya tidak setujui,” kata Widodo saat diwawancarai Wideazone.com.

Dengan penerapan sistem zonasi bagi pendidikan di Sumsel, bukan berarti Widodo tak setuju, tapi kondisi daerah ini berbeda dibanding Jawa.

Baca Juga:  Pembongkaran Ruko di Demang Lebar Daun Picu Konflik Hukum

Di Pulau Jawa, katanya, banyak sekolah bermutu yang dapat dijadikan pilihan bagi siswa lulusan di wilayah manapun.

Tapi di Sumsel, berapa banyak sekolah berkualitas yang dapat dijadikan pilihan para siswa? Keadaan inilah yang “ditentang” Widodo.

Karena itu, setiap akhir tahun kelulusan siswa, terjadi persoalan yang membuat pusing. “Saya berharap konflik kepentingan pndidikan ini harus dikaji ulang agar orangtua yang anaknya lulis dengan nilai istimewa, mereka dapat memilih sekolah yang berkualitas baik,” tukas Widodo.

Selama ini, katanya, ada siswa potensial yang lulus dengan nilai membanggakan. Karena dia bermukim di zona sekolah yang kurang baik, terpaksa ia harus masuk sekolah itu.

Sedangkan di sisi lain, katanya, ada siswa lulusan dengan nilai pas-pasan bisa belajar di sekolah favorit karena sistem zonasi.

Baca Juga:  Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

“Ini yang membuat masyarakat merasa diperlakukan kurang adil. Tapi apabila mengacu ke sistem zonasi, hal itu sah-sah saja. Makanya saya minta hal ini menjadi fokus perhatian semua pihak, terutama dari penentu kebijakan (pusat),” katanya.

Menurut Widodo, ia berharap agar kualitas pendidikan di daerah tidak kalah dibanding di Pulau Jawa. Artinya, jika di Jawa ada empat sekolah bermutu, di Sumsel dua sekolah sudah sangat baik.

“Kita ini mengharapkan agar di tiap daerah itu muncul anak-anak pintar yang setara dengan jumlah siswa cerdas di Jawa. Dengan demikian dapat ditumbuhkan anak-anak berkualitas di seluruh daerah di Indonesia,” ujar Widodo menutup pembicaraan. (abror vandozer/anto narasoma)

Berita Terkait

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif
Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun
130 Kepala Sekolah di Palembang Dilantik
Dari Sekolah Rakyat hingga Mini Zoo, Pemkot Palembang Kebut Penataan Aset
Gubernur Herman Deru Motivasi Pelajar Sumsel Raih Cita-cita Tinggi dalam Harmonisasi Ramadhan
Bupati Asahan Dampingi Wagub Sumut Tinjau Kesiapan SMAN Rahuning

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 16:51 WIB

Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi

Selasa, 7 April 2026 - 10:45 WIB

Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif

Rabu, 1 April 2026 - 17:14 WIB

Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Rabu, 1 April 2026 - 16:56 WIB

130 Kepala Sekolah di Palembang Dilantik

Senin, 30 Maret 2026 - 17:44 WIB

Dari Sekolah Rakyat hingga Mini Zoo, Pemkot Palembang Kebut Penataan Aset

Berita Terbaru

Masyarakat 5 Desa di OKU Swadaya Perbaiki Jalan

OKU

Masyarakat 5 Desa di OKU Swadaya Perbaiki Jalan

Senin, 20 Apr 2026 - 21:06 WIB