“Customs Goes to School” Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Soal Fiskal hingga Bahaya Barang Ilegal

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School [CGTS] di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin 20 April 2026.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School [CGTS] di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin 20 April 2026.

WIDEAZONE.com, LHOKSEUMAWE | Upaya membangun kesadaran hukum dan literasi fiskal di kalangan generasi muda terus diperkuat. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School [CGTS] di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin 20 April 2026.

Gelaran ini sebagai bagian dari strategi edukasi publik sejak dini mengenai kepabeanan, cukai, dan perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra, bersama jajaran, serta diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, S.Pd., M.Pd.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, yang bertindak sebagai narasumber, menegaskan bahwa CGTS merupakan instrumen edukasi strategis untuk mengenalkan peran negara melalui fungsi kepabeanan dan cukai kepada generasi muda.

“Bea Cukai bukan semata institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga memiliki mandat strategis sebagai revenue collector, community protector, industrial assistance, dan trade facilitator. Fungsi-fungsi ini penting dipahami pelajar sebagai bagian dari literasi kewarganegaraan dan kesadaran hukum,” ujar Vicky.

Baca Juga:  Imbauan bagi Jemaah Haji Soal Barang Bawaan dan Kiriman

Menurut Vicky, pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai sejak usia sekolah menjadi relevan di tengah meningkatnya tantangan peredaran barang ilegal, termasuk rokok ilegal, yang berdampak pada penerimaan negara, persaingan usaha yang sehat, hingga perlindungan konsumen.

Dalam forum tersebut, para siswa juga diajak memahami peran masyarakat dalam mendukung pengawasan partisipatif. Edukasi tidak hanya menekankan aspek regulasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan terhadap barang ilegal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari ekosistem perlindungan masyarakat. Memahami bahaya barang ilegal, termasuk rokok ilegal, adalah langkah awal membangun kesadaran itu,” jelas M. Syahputra pada sambutannya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, menyambut positif pelaksanaan CGTS dan mengapresiasi komitmen Bea Cukai Lhokseumawe dalam mendekatkan fungsi negara kepada lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  Sinergi Bea Cukai Langsa dan Gakkum Kehutanan Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi

“Kami berterima kasih atas kehadiran Bea Cukai Lhokseumawe yang aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu Bea Cukai dan perannya bagi negara maupun masyarakat,” ujarnya.

Pada sesi akhir, narasumber Harisma Hutagalung memberikan edukasi praktis mengenai cara mengenali pita cukai sebagai identifikasi awal keaslian produk secara kasat mata. Materi ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman siswa terhadap ciri-ciri dasar produk legal dan indikasi barang yang patut diwaspadai.

Program CGTS merupakan bagian dari pendekatan edukatif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperluas pemahaman publik bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai tidak hanya berada di wilayah pelabuhan dan perbatasan, tetapi juga berkaitan erat dengan perlindungan masyarakat, kepatuhan hukum, dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Bea Cukai mendorong tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi fiskal negara, tetapi juga memiliki kesadaran menjadi warga yang kritis terhadap peredaran barang ilegal.

https://kanwilaceh.beacukai.go.id/berita/bea-cukai-lhokseumawe-edukasi-generasi-muda-soal-fiskal-dan-bahaya-barang-ilegal-lewat-customs-goes-to-school

Berita Terkait

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi bersama Kodim 0103
Sinergi Bea Cukai Langsa dan Gakkum Kehutanan Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi
Dukung Perkembangan Industri di Wilayah Aceh, Bea Cukai Langsa Lakukan CVC ke PT Rosin Trading International
Imbauan bagi Jemaah Haji Soal Barang Bawaan dan Kiriman
Bea Cukai Aceh bersama Satpol PP Bahas Berantas Rokok Ilegal
Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Korban Bencana Aceh
Bea Cukai Langsa Percepat Pemulihan Masyarakat Pasca Bencana Hidrometeorologi
Bea Cukai Langsa Masifkan Edukasi Gempur Rokok Ilegal

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:18 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi bersama Kodim 0103

Senin, 11 Mei 2026 - 08:16 WIB

Sinergi Bea Cukai Langsa dan Gakkum Kehutanan Cegah Perdagangan Satwa Dilindungi

Senin, 11 Mei 2026 - 07:13 WIB

Dukung Perkembangan Industri di Wilayah Aceh, Bea Cukai Langsa Lakukan CVC ke PT Rosin Trading International

Senin, 20 April 2026 - 21:54 WIB

“Customs Goes to School” Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Soal Fiskal hingga Bahaya Barang Ilegal

Rabu, 15 April 2026 - 19:46 WIB

Imbauan bagi Jemaah Haji Soal Barang Bawaan dan Kiriman

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB