Pendidikan Budi Pekerti Masuk Kurikulum

- Jurnalis

Kamis, 31 Januari 2019 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBAN–Salah satu tujuan pembangunan ini adalah mewujudkanmanusia Indonesia yang berakhlak mulia. Berkait dengan hal tersebut maka pendidikan memiliki kedudukan penting dalam upaya pencapaian tujujan tersebut.

Pengamat Pendidikan Sumsel H Ali Rasyid mengatakan, Percepatan era globalisasi dan teknologi yang semakin cepat mau tak mau harus diimbangi dengan kecerdasan emosional atau Intelegent Quotient para pelajar sebagai generasi muda. “Budaya Modernisasi atau yang banyak orang mengatakan Budaya Barat yang penuh kebebasan membuat cepat tersebar melalui teknologi yang semakin cepat.

Sehingga dibutuhkan pola kurikullum pendidikan yang berimbang,”ujarnya, Kamis (30/1). Menurutnya, Pelajaran Budi Pekerti yang telah lama hilang dari Kurikullum sekolah sudah sepantasnya kembali dimasukkan ke kurikullum di Proses Belajar Mengajar (PBM) saat ini.

“Dan kita mendesak kepada pihak terkait agar Pelajaran Budi Pekerti ini kembali masuk Kurikullum sekolah. Baik di jenjang SD, SMP bahkan juga SMA atau sederajat,”ujar Ali Rasyid.
Lanjut dia, bahwa fenomena pelajar yang terjadi di Sumsel maupun nasional pada umumnya, tidak sedikit siswa yang tidak hormat kepada guru bahkan melawan, budaya pacaran yang semakin menjadi, kenakalan bahkan ada yang tertangkap menggunakan narkoba. “Artinya ini harus ada Political Will ya dari semua pihak.

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang

Artinya, kita kan sepakat bahwa kita berharap anak-anak kita nanti tumbuh lebih beretika. Kareba jika generasi muda etika nya baik maka kelak akan membawa negara nya pun semakin baik,”tegasnya.

“Jika dilihat secara lebih dalam revolusi mental yang saat ini berjalan belum maksimal. Sehingga butuh sentuhan lebih teknis. Apalagi pelajaran Budi Pekerti memang dahulu sudah ada, Sebab Pendidikan budi pekerti atau pendidikan nilai memiliki peran penting bagi tercapainya tujuan Pembangunan,”ujarnya.

Menurutnya, terjadinya krisis atau kemorosotan moral pada diri bangsa di era sekarang makin menunjukkan betapa urgennya pendidikan budi pekerti. “Etika dan kesantunan memang membutuhkan porsi tersendiri dalam membangun mental siswa-siswi agar kelak tak hanya cerdas tapi juga beretika dan berakhlak mulia yang memiliki rasa menghormati yang lebih tua dan rasa menghargai sesama.

Baca Juga:  Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final

“Di zaman saya saat SMP, misalnya saya ke pasar tahu kalau ada guru di pasar, saya lebih memilih mencari jalan lain daripada harus ketemu guru (jam sekolah-red). Dan kalau ketahuan guru, itu akan ditegur dan ditanya, dan besok akan ditanya, mendesak, bisa dihukum. Tapi Sekarang gak ada itu, banyak kan yang konvoi dan nongkrong,”urainya.
Jika Pelajaran Budi Pekerti kembali sudah masuk Kurikullum maka lambat laun pembinaan moral dan kesantunan lambat-laun akan terbina. Apalagi bagi-bagi sekolah umum yang non madrasah tentu sangatlah penting.

“Jika tetap dibiarkan saja di era yang semakin penuh kebebasan, budaya barat yang masuk terus melalui media sosial dan lainnya maka akan berdampak pada generasi muda secara signifikan, maka dari itu pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah masih kita anggap penting, Oleh karena itu perlu disampaikan melalui integrasi pada semua bidang studi, jika dirasakan perlu maka kiranya lebih tepat dimasukkan dalam satu mata pelejaran tersendiri, “pungkasnya. (hasan basri)

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB