Pembacok Ketua KPPS di Palembang Dibekuk Polisi, Alur Peristiwa ‘Soal Sepele’ hingga Istri Angkat Bicara

- Jurnalis

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rio Viranda [34] oknum petugas perlindungan masyarakat [Linmas] pelaku pembacokan terhadap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB 1 Palembang akhirnya dibekuk Polisi pada Jumat 16 Februari 2024 siang.

Rio Viranda [34] oknum petugas perlindungan masyarakat [Linmas] pelaku pembacokan terhadap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB 1 Palembang akhirnya dibekuk Polisi pada Jumat 16 Februari 2024 siang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Rio Viranda [34] oknum petugas perlindungan masyarakat [Linmas] pelaku pembacokan terhadap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan IB 1 Palembang akhirnya dibekuk Polisi pada Jumat 16 Februari 2024 siang.

Warga Jalan Kerangga, Lorong Lebak Malang 30 Ilir ini diamankan anggota unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang setelah diserahkan pihak keluarga.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah, bahwa anggota Linmas, Rio Viranda telah diamankan. “Benar [sudah diamankan], siang ini akan kira rilis bersama Kapolrestabes,” ungkapnya, Sabtu 17 Februari 2024.

Kala Peristiwa Pembacokan Pecah

Sebelumnya, sungguh naas nasib Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] Osa [30] mengalami luka bacok di bagian kepala, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II Palembang. Lantaran dipicu persoalan sepele, menegur istri petugas Linmas.

Informasi yang dihimpun, diduga peristiwa pembacokan bermula kala istri Petugas Linmas Rio Verianda [34] hendak melakukan pencoblosan suara di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II Palembang pada Rabu 14 Februari 2024, siang.

Keinginan Rio meminta kepada Osa selaku Ketua KPPS 27 agar istrinya yang tengah mengandung untuk didahului dalam memberikan hak suara.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Sabet Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dongkrak Ekonomi Petani

Bukannya mendapat prioritas, ternyata Osa tak menggubris keinginan pelaku dan sontak menegur sang istri.

Tak terima dengan perlakuan Ketua KPPS terhadap sang istri, Petugas Linmas ini bergegas mendatangi korban dan langsung mengeluarkan sajam jenis golok dari pinggang sebelah kiri dan langsung mengayunkannya ke bagian kepala sebelah kiri korban.

Setelah kejadian itu, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban Osa langsung dilarikan ke rumah sakit AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan atas luka bacok di kepalanya.

Untuk diketahui, korban dan pelaku merupakan warga Jalan Talang Kerangga Lorong Lebak Malang RT 23 RW 08, 30 Ilir IB 2 Palembang. Selepas insiden tersebut, pelaksanaan penghitungan suara tetap berlanjut.

Istri Ketua KPPS Angkat Bicara

Nadia selaku istri Ketua KPPS Osa di TPS 27 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat [IB] II Palembang, angkat bicara soal peristiwa pembacokan yang dilakukan oknum perlindungan masyarakat [Linmas] RV terhadap suaminya. Ternyata bukan masalah antrian pencoblosan melainkan pinjaman uang sebesar Rp50.000.

Pelaku, ujar Nadia, ingin meminjam uang ke suaminya tetapi lewat adiknya. Melihat suaminya, baru saja mengeluarkan uang untuk membeli susu bagi anggota KPPS. “Mungkin dipikir pelaku ada, padahal sama sekali tidak ada lagi uangnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Cegah Kecelakaan Kerja, Bukan Sekadar Klaim

Selepas magrib pelaku pulang ke rumah dan berganti pakaian. Selang beberapa jam kemudian, pelaku kembali ke TPS dan mendekati korban sembari menanyakan uang yang ingin dipinjam.

“Namun, Osa tak memegang uang, kemudian pelaku mendekati korban. Tak berselang lama, pelaku mengeluarkan golok dari dalam jaketnya,” ungkap Nadia, dalam keterangan di beritasatucom, Kamis 15 Februari 2024.

“Sehari sebelumnya, pelaku juga sempat meminjam uang kepada suaminya. Saat itu, pelaku diberi Rp 150.000,” ujarnya.

Selaku istri Ketua KPPS, Nadia membantah jika alasan pelaku membacok karena korban tidak mendahulukan istrinya yang sedang hamil untuk mencoblos saat antre di TPS.

“Ada memang istrinya datang, tetapi bagian pendaftaran bilang tidak ada istri pelaku minta didahulukan, yang ada, ibu-ibu sakit stroke didahulukan, nah yang lain protes” sebutnya.

“Malahan adik pelaku pagi-pagi mau kerja didahulukan oleh suami saya. Kami juga tidak tahu yang mana istri pelaku,” katanya. [AbV]

Berita Terkait

Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas
Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Pledoi Haji Sutar: Harta Sejak 1995 Bukan Hasil Pencucian Uang
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:55 WIB

Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 22:11 WIB

Pledoi Haji Sutar: Harta Sejak 1995 Bukan Hasil Pencucian Uang

Berita Terbaru