Pedagang Penuhi Standar, BPOM Berikan Sticker dan Sertifikat

- Jurnalis

Jumat, 21 Februari 2020 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih, saat melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker juga memberikan celemek dan topi bagi pedagang yang dianggap memenuhi standar di PIM Mall Palembang, Jumat (21/02/20).

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih, saat melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker juga memberikan celemek dan topi bagi pedagang yang dianggap memenuhi standar di PIM Mall Palembang, Jumat (21/02/20).

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih, saat melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker juga memberikan celemek dan topi bagi pedagang yang dianggap memenuhi standar di PIM Mall Palembang, Jumat (21/02/20).

Saat diwawancarai awak media di sela sela sosialisasi kegiatannya Arda Ningsih mengatakan, hari ini sebenarnya bukan sidak, tapi kita menempelkan stiker pada tempat penjualan pangan olahan siap saji, di bagian lapak-lapak yang ada di PIM yang sudah kita audit dan sudah kita tes.

“Jadi mereka aman tidak ada bahan berbahaya lainnya, makanya kita memberikan stiker dan sertifikatnya nanti akan kita susulkan apabila sudah ditanda tangani Wakil Walikota Palembang,” ucapnya.

” Sosialisasi hari ini sebenarnya kelanjutan dari yang kemarin yang waktu kita pilot project di BKB di bulan Januari dan Februari ini kita sudah melakukan pemetaan terhadap restoran, waralaba, warung sebanyak 195 sarana dan itu ada di Opi Mall, Pim, pempek 26 Ilir juga kuliner terletak di jalan Merdeka,” sambungnya.

Dari 195 yang sudah diaudit, ada 126 sarana dan ada juga yang masih belum memenuhi syarat karena tidak higienis dan sanitasi nya belum memenuhi syarat.

Baca Juga:  Dokter di Palembang Ditipu Pria Beristri, Rugi hingga Rp1 Miliar

” Kita akan mendatangi Kembali, di Opi Mall ada 75 yang memenuhi syarat, 51 sarana lagi di Opi dan Pim, totalnya adalah 126 sarana, terdiri dari 123 yang sudah diaudit dan ada 3 yang belum memenuhi syarat, itu 3 sarana sanitasinya masih kurang. Maka mereka harus memperbaiki sebelum nanti kita berikan stiker dan sertifikat,” ujar Hardaningsih.

Mereka harus higienis, bersih, tidak jorok baik tempatnya, alat masak dan proses. Orangnya semua itu harus bersih, kedua aman tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya/dilarang.

” Misalnya seperti Formalin Boraks atau pewarna yang dilarang, caranya kita ukur dengan tes kit dan tes uji cepat, itu akan ketahuan bahwa kalau memang tidak ada yang mengandung boraks dan formalin maupun pewarna yang dilarang jadi bisa kita nyatakan aman. “Katanya.

Selain stiker juga akan diberikan sertifikat. Sertifikat itu Sebelumnya dari Sinergi BPOM dengan Pemkot, jadi nanti sertifikat itu akan ditanda tangani oleh kepala Balai dan Ibu Wakil Walikota baru nanti akan kita berikan setelah selesai di tanda tangani.

Kemudian secara simbolis memberikan perangkat kebersihan yang higienis berupa celemek, topi dan sarung tangan. itu juga yang belum menjadi kebiasaan pelaku penjamah makanan.

Baca Juga:  PLN Imbau Hati-hati Informasi Hoax Soal Kenaikan Tarif Listrik

” Target di tahun 2020 sebenarnya kita menargetkan 600, tetapi kalau misalnya nanti Ibu Nur Aini masih punya anggaran dan masih ada waktu untuk turun pasti akan lebih dari target yang kita targetkan,”jelasnya.

Sebenarnya tidak ada kendala apapun karena semua ini di dukung dari pemerintah kota sangat kondusif, Kita sudah mempunyai SK Walikota untuk menjamin keamanan pangan olahan siap saji.

” Kita mensertifikasi adanya sosialisasi berjalan terus, pada saat pemetaan kita beri sosialisasi. Kemudian kita targetkan dalam setahun itu 600 mudah-mudahan bisa lebih, ” ungkapnya.

Untuk mencapai target akan dilakukan audit pemeriksaan sampai mereka bisa. Tetapi sekali- kali masih ditemukan nya kurangan, tempatnya masih belum bersih, kita beri kesempatan untuk memperbaiki. Dengan cara memperbaiki sampai benar-benar bersih dan aman baru kita berikan stikerisasi.

Ini adalah suatu kewajiban karena merupakan jasa kuliner, yang menjadi Ikon di Palembang. kalau misalnya makanan itu bersih sehat aman pasti akan mendapat kepercayaan baik dari masyarakat karena andalan Palembang.

” Harapan saya pelaku penjamak makanan ini melakukan perilaku-perilaku higeinis dan tidak mengandung makanan-makanan yang berbahaya,” tutupnya.

Laporan Akip

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎
FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:09 WIB

FORKA UPGRIP Kecam Penyegelan Kantor BPH, Sebut Cederai Marwah Kampus ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:17 WIB

Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB