WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih, saat melakukan sosialisasi dan pemasangan stiker juga memberikan celemek dan topi bagi pedagang yang dianggap memenuhi standar di PIM Mall Palembang, Jumat (21/02/20).
Saat diwawancarai awak media di sela sela sosialisasi kegiatannya Arda Ningsih mengatakan, hari ini sebenarnya bukan sidak, tapi kita menempelkan stiker pada tempat penjualan pangan olahan siap saji, di bagian lapak-lapak yang ada di PIM yang sudah kita audit dan sudah kita tes.
“Jadi mereka aman tidak ada bahan berbahaya lainnya, makanya kita memberikan stiker dan sertifikatnya nanti akan kita susulkan apabila sudah ditanda tangani Wakil Walikota Palembang,” ucapnya.
Dari 195 yang sudah diaudit, ada 126 sarana dan ada juga yang masih belum memenuhi syarat karena tidak higienis dan sanitasi nya belum memenuhi syarat.
Mereka harus higienis, bersih, tidak jorok baik tempatnya, alat masak dan proses. Orangnya semua itu harus bersih, kedua aman tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya/dilarang.
” Misalnya seperti Formalin Boraks atau pewarna yang dilarang, caranya kita ukur dengan tes kit dan tes uji cepat, itu akan ketahuan bahwa kalau memang tidak ada yang mengandung boraks dan formalin maupun pewarna yang dilarang jadi bisa kita nyatakan aman. “Katanya.
Selain stiker juga akan diberikan sertifikat. Sertifikat itu Sebelumnya dari Sinergi BPOM dengan Pemkot, jadi nanti sertifikat itu akan ditanda tangani oleh kepala Balai dan Ibu Wakil Walikota baru nanti akan kita berikan setelah selesai di tanda tangani.
Kemudian secara simbolis memberikan perangkat kebersihan yang higienis berupa celemek, topi dan sarung tangan. itu juga yang belum menjadi kebiasaan pelaku penjamah makanan.
” Target di tahun 2020 sebenarnya kita menargetkan 600, tetapi kalau misalnya nanti Ibu Nur Aini masih punya anggaran dan masih ada waktu untuk turun pasti akan lebih dari target yang kita targetkan,”jelasnya.
Sebenarnya tidak ada kendala apapun karena semua ini di dukung dari pemerintah kota sangat kondusif, Kita sudah mempunyai SK Walikota untuk menjamin keamanan pangan olahan siap saji.
” Kita mensertifikasi adanya sosialisasi berjalan terus, pada saat pemetaan kita beri sosialisasi. Kemudian kita targetkan dalam setahun itu 600 mudah-mudahan bisa lebih, ” ungkapnya.
Untuk mencapai target akan dilakukan audit pemeriksaan sampai mereka bisa. Tetapi sekali- kali masih ditemukan nya kurangan, tempatnya masih belum bersih, kita beri kesempatan untuk memperbaiki. Dengan cara memperbaiki sampai benar-benar bersih dan aman baru kita berikan stikerisasi.
Ini adalah suatu kewajiban karena merupakan jasa kuliner, yang menjadi Ikon di Palembang. kalau misalnya makanan itu bersih sehat aman pasti akan mendapat kepercayaan baik dari masyarakat karena andalan Palembang.
” Harapan saya pelaku penjamak makanan ini melakukan perilaku-perilaku higeinis dan tidak mengandung makanan-makanan yang berbahaya,” tutupnya.
Laporan Akip
Editor Abror Vandozer




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-225x129.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-225x129.jpg)




![Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang [FORKA UPGRIP], Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0024-129x85.jpg)
![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-129x85.jpg)




![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)


