Pajak Sepeda, Masih Sebatas Wacana

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2020 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Ekonomi Sosial Politik dan Kemasyarakatan dari Universitas Taman Siswa Palembang Djoko Siswanto

Pengamat Ekonomi Sosial Politik dan Kemasyarakatan dari Universitas Taman Siswa Palembang Djoko Siswanto

UPAYA Pemerintah Kota Palembang untuk meraih pajak dari sepeda, ditanggapi beragam masyarakat.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pengamat Ekonomi, Sosial Politik dan Kemasyarakatan dari Universitas Taman Siswa Palembang Djoko Siswanto, mengatakan ide untuk menghimpun pajak sepeda akan memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Ini sangat bagus. Karena pajak sepeda bisa membangun pendapatan asli daerah (PAD). Dengan begitu dapat melancarkan proses pembangunan Kota Palembang,” ujar Djoko saat dikonfirmasi Wideazone.com dan ZoomPost, Rabu (22/7/2020).

Dulu, kata Djoko, saat ia masih SMP di Yogyakarta, sepeda merupakan kendaraan massal. Artinya, berbagai kalangan hanya mampu membeli sepeda. Karena saat itu sepeda motor tidak terbeli oleh masyarakat.

“Saat itu setiap pemilik sepeda wajib membayar pajak pajak. Setiap sepeda yang membayak pajak, diberi stiker di bodi kendaraan itu. Apabila mereka belum membayar pajak, akan terkena razia,” kata Djoko.

Baca Juga:  Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Terkait adanya visi misi pihak Pemkot Palembang untuk meraih pendapatan asli daerah lewat pajak sepeda, katanya, ia mendukung itu.

Di era pandemi virus corona diseases 2019 (COVID-19), masyarakat Kota Palembang tampak ramai bersepeda. “Tapi kalangan yang bersepeda sekarang berbeda dengan pesepeda dulu. Apalagi harga sepeda paling murah sekitar Rp 2,8 juta,” tegasnya.

Itu berarti, kata Djoko, para pemilik sepeda sekarang statusnya menengah ke atas.

Menurut dia, dengan diberlakukannya pajak sepeda, pemerintah harus menyediakan pasilitas jalan khusus sepeda. “Dengan begitu, efektivitas kepentingan pemerintah dan masyarakat dapat terpenuhi secara seimbang,” tukas Djoko.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H Harnojoyo, mengatakan sebelum Undang-Undang Pajak Sepeda dihapus, maka pajak sepeda sangat efektif bagi pemerintah.

“Terutama untuk memenuhi kebutuhan pendapatan asli daerah,” ujar Harnojoyo

Apabila UU Pajak Sepeda atau peneng belum dicabut, kata Wali Kota, peluang ini bisa menjadi potensi pajak bagi daerah.

Baca Juga:  200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir

Menurut Harnojoyo, oeneng (lempengan logam), ditetapkan di masa pemerintahan kolonial Belanda. Kemudian dilanjutkan di zaman Jepang hingga di awal kemerdekaan.

“Sebenarnya, peneng merupakan plombir berupa lempengan logam. Plombir ini diukir sesuai bentuk lambang kota. Seiring bergulirnya waktu, bentuknya dijadikan stiker atau peneng logam,” ujar Wali Kota.

Sebenarnya, kata Harno, pembicaraan tentang pajak sepeda masih merupakan wacana. Wacana tersebut berkaitan dengan pembahasan Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang. Kalau pun nanti diterapkan, barangkali dierapkan pada klasifikasi sepeda mahal.

“Penerapan pajak sepeda ini bukan kita izinkan. Karena sebagai wacana, ada potensi pajak untuk menambah pendapatan daerah. Ini diberlakukan untuk sepeda mahal. Pajak ini merupakan kontribusi mereka bagi daerah,” ujar Harnojoyo menutup pembicaraan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Ketua PMI Palembang Ajak Warga Jadikan Donor Darah Gaya Hidup Sehat, Bukan Sekadar Aksi Sosial
Baru 37,78 Persen Pekerja Palembang Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa Minta Perusahaan Lebih Patuh
Sekda Palembang Peringatkan OPD: Jangan Main-main Kelola Arsip!
Ratu Dewa Ikuti Penilaian IGA 2026, Kemendagri Dorong Inovasi Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Dilepas Bunda Literasi Palembang, 22 Anak Sumsel Siap Jadi Inspirasi Generasi Gemar Membaca
Andreas Bilang Kapolda Sumsel Jangan “Kedodoran” dengan Dua PR Besar: 14 Korporasi Karhutla-Kekerasan Jurnalis, Gelar RDP!
Medco E&P Tanam 22 Ribu Mangrove di Banyuasin, Rehabilitasi Pesisir Sungsang IV Terus Dipantau
Hadapi Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang, Ratu Dewa Instruksikan OPD Pemkot Palembang Siaga

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:56 WIB

Ketua PMI Palembang Ajak Warga Jadikan Donor Darah Gaya Hidup Sehat, Bukan Sekadar Aksi Sosial

Selasa, 3 November 2026 - 18:27 WIB

Baru 37,78 Persen Pekerja Palembang Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa Minta Perusahaan Lebih Patuh

Selasa, 3 November 2026 - 18:16 WIB

Sekda Palembang Peringatkan OPD: Jangan Main-main Kelola Arsip!

Selasa, 3 November 2026 - 13:15 WIB

Ratu Dewa Ikuti Penilaian IGA 2026, Kemendagri Dorong Inovasi Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 22:10 WIB

Dilepas Bunda Literasi Palembang, 22 Anak Sumsel Siap Jadi Inspirasi Generasi Gemar Membaca

Berita Terbaru