Menuju Adiwiyata Tingkat Nasional,SMPN 43 Palembang Siapkan Diri

- Jurnalis

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG –Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan merupakan komitmen sekolah secara sistematis yang mengembangkan program-program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah. Tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berprilaku ramah lingkungan. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama Negeri 43 Palembang yang terletak Jl. Sultan M. Mansyur Lrg. Gelora No.688 Rt.15 Rw.07, 32 Ilir, Kec. Ilir Barat II Palembang ini.
Kepala SMPN 43 Rusdiana mengatakan, Dalam upaya menuju sekolah berwawaskan lingkungan ini perlu mendapat perhatian kita semua, Pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasa sangat efektif ketika dilakukan pada siswa sejak di bangku sekolah. “Lingkungan Sekolah yang kondusif sangat diperlukan agar tercipta proses pembelajaran yang bermutu,”ujarnya.
“Setelah berhasil dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, kini SMPN 43 Palembang sedang bersiap mengikuti Adiwiyata Tingkat Nasional., oleh karena itu dukungan warga sekolah, baik siswa, guru dan staf jajaran SMPN 43 Palembang sedang menata sekolahnya agar terlihat lebih baik,”terangnya.
Dia mengungkapkan, bahwa program Sekolah Adiwiyata di SMPN 43 Palembang, merupakan visi untuk menjadi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup, ini merupakan sebagai wujud menciptakan iklim pendidikan yang ramah lingkungan, bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dia menyebutkan, untuk menuju adiwiyata tingkat nasional, Sekolah Adiwiyata dimulai dari seleksi tingkat Kabupaten, Provinsi terlebih dahulu.
“Setelah berpredikat Provinsi baru dapat ditingkatkan sebagai adiwiyata Nasional. Seperti yang sedang disiapkan SMPN 43 Palembang ini,” katanya.
Menurut Rusdiana, Secara teknis dan kelengkapan administrasi, SMPN 43 Palembang sudah siap, tapi ada beberapa rencana unggulan dalam penilian sedang dibuatkan untuk menonjolkan Icon Provinsi Sumsel. Semoga saja SMPN 43 Palembang bisa meraih adiwiyata Nasional,” harapnya (Hasan Basri)

Baca Juga:  OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Berita Terkait

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:10 WIB

OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB