Langgar HAM, Perlakukan Orang Tak Manusiawi

- Jurnalis

Sabtu, 2 Februari 2019 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Kholis-Komisioner KOMNAS HAM

Nur Kholis-Komisioner KOMNAS HAM

WIDEAZONE.COM, TANJUNGENIM — Upaya pengusiran warga korban relokasi di Desa Bukit Munggu terkesan sangat tak manusiawi. Selain secara politis tanah di kawasan itu diam-diam digerogoti dengan alat-alat berat sehingga keadaan suasananya sangat menyedihkan.

Apabila ada warga yang kebetulan masuk ke wilayah tambang karena mempertahankan lokasi hunian.mereka, warga tersebut akan habis dihajar oknum-oknum dari PT Bukit Asam.

Dalam video yang berdurasi beberapa menit, tergambar seorang warga “dihakimi” pekerja tambang. Selain warga itu ditekan dengan pijakan, tangan korban diborgol seperti seorang perampok.

https://youtu.be/J2pdf0jbboY

” Wah gambar ini terlihat sangat kejam. Seharusnya, ketika ada warga yang masuk ke lokasi karena mempertahankan wilayah mereka seharusnya diberi penjelasan cerdas. Misalnya dijelaskan ke warga secara transparan, apabila mereka masuk ke wilayah kerja, dampaknya sangat berbahaya.

“Mereka itu manusia. Jangan diperlakukan secara keji. Kebijakan kejam seperti ini sangat melanggar hak hak azasi manusia (HAM),” ujar komisioner Komisi Nasoonal Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Nur Kholis, Sabtu (2/2/2019).

Dalam perbincangan melalui telepon seluler, Nur Kholis sangat sedih menyaksikan perilaku manusia-manusia di kawasan tambang yang memperlakukan seorang warga secara tidak manusiawi.

“Dalam waktu yang tepat, saya akan mendelegasikan para komisioner untuk mempelajari kasus ini. Sebab dari sikap orang-orang di tambang itu yang memperlakukan seorang warga secara tak manusiawi, telah melanggar HAM,” ujar Nur Kholik dengan suara bergetar.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Nur Kholis yang pernah dua periode memimpin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Palembang itu menyatakan akan selalu komitmen membela masyarakat korban kekerasan.

Menurut dia, para pengelola PT Bukit Asam harus mempertimbangkan keberadaan mereka di kawasan bumi Tanjungenim Muaraenim.

Sebab pemerintah berharap dengan mengelola hasil tambang dari wilayah setempat, seharusnya perusahaan itu mampu menjaga nilai kesejahteraan warga.lokal. Bahkan bumi Tanjungenim yang telah diporakporandakan harus dijaga kelestariannya. “Bahkan tanah yang sudah digarap, seharusnya direboisasi agar dapat memperbaiki eksistensi tanah bekas penggalian,” ujarnya.

Bahkan warga setempat harus diajak untuk meraih prestasi terbaik bagi keuntungan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat.

Nur Kholis berjanji akan mendampingi warga yang kehilangan hak-hak mereka.

Apakah ada kesalahan jika wilayah tambang berdekatan dengan pemukiman warga?

Nur Kholis mengatakan tidak. Tidak ada kesalahan dengan semua fakta tersebut. Namun pihak perusahaan tidak dibenarkan bermain keras untuk mengusir warga. “Apalagi warga telah mendiami wilayah itu secara turun temurun. Saya akan mempelajari kasus ini,” ujar Komisioner Komnas HAM asal Sumatera Selatan itu.

Sementara itu, ketika masalah ini dikonfirmasikan ke pihak perusahaan itu, Manager Humas PT Bukit Asam (Tbk) Efensi menolak menemui wartawan Wideazone.com. Alasannya repot dan selalu menghadiri rapat perusahaan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

“Silakan menemui Pak Muhammad Saman. Saya sudah mendelegasikan masalahnya ke dia,” katanya di telepon seluler.

Sementara Saman sendiri ketika dikonfirmasi hanya menjelaskan soal relokasi warga Desa Atas Dapur berbeda dibanding masalah warga Bukit Munggu. “Persoalannya berbeda. Pak,” kata Saman tanpa menjelaskan perbedaan yang terjadi antara warga Desa Atas Dapur dan Bukit Munggu.

Bahkan menurut Efensi, apa yang dikemukakan Saman itu sudah benar. “Pernyataan Saman itu sudah benar,” kata Efensi dengan nada tinggi.

Sementara itu, saat diwawancarai sebulan lalu, Usi, seorang wanita korban relokasi, mengatakan pihak perusahaan seolah tak mau mengetahui penderitaan warga setempat.

“Kami sudah bermukim selama empat hingga lima generasi di Bukit Munggu ini. Dulu, ini hutan lindung. Tapi tiba-tiba dinyatakan sebagai hutan produksi. Karena itu mereka seenaknya memperlakukan warga desa. Alasannya, tempat kami berdomisili ini lokasi pertambangan PTBA. Akhirnya kami diusir dengan penggantian yang tidak sesuai dengan harga harta benda kami, Pak,” kata Usi dengan air mata mengalir ke pipi.

Sedangkan menurut dia, apa yang terjadi dalam gambar video itu memang benar. “Saya berteriak agar ibu yang diperlakukan secara tak manusiawi itu jangan digebuki,” kata Usi. (abror vandozer/anto narasoma).

 

Berita Terkait

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB