Lagan: Kondisi Keuangan Bobrok, PDAM Nyaris Kolaps

- Jurnalis

Senin, 15 Juli 2024 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo PDAM Tirta Musi dan Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang Ir H Ahmad Lagan MM.

Logo PDAM Tirta Musi dan Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang Ir H Ahmad Lagan MM.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang nyaris kolaps. Karena itu empat fraksi di DPRD Kota Palembang menyerukan agar perusahaan air minum itu segera diswastakan.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang Ir H Ahmad Lagan MM, mengatakan bahwa anjuran dari empat fraksi di DPRD Kota Palembang itu ditolaknya setelah menerima masukan dari para pakar yang ahli di bidang air bersih.

Dalam konteks tersebut, mereka sepakat agar PDAM Tirta Musi dikelola sendiri sebagai perusahaan yang profesional dan mandiri.

Sebab, kata Lagan, perusahan itu dituntut untuk menjadi usaha yang profit dan social oriented.

“Di bawah tahun 2000, kondisi keuangan PDAM Tirta Musi sangat buruk. Banyak pelanggan yang tidak membayar rekening air mereka ke PDAM,” ujar Ahmad Lagan kepada media ini, Minggu, 14 Juli 2024.

Dengan kondisi keuangan yang sangat buruk, tambah Lagan, menyebabkan PDAM Tirta Musi nyaris kolaps dan progres keuangannya mengalami kerugian besar.

Kok_ kondisi keuangan PDAM Tirta Musi sangat memprihatinkan seperti itu?

“Iya. Kerugian ini sangat memprihatinkan saya. Karena itu empat fraksi di DPRD menyarankan agar perusahaan air minum itu diserahkan ke pihak ketiga saja. Tapi sebagai pemimpin fraksi PDIP, dengan tegas saya menolaknya,” tukas Lagan.

Baca Juga:  ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Padahal, katanya, dalam pandangan empat fraksi yang setuju PDAM Tirta Musi diswastakan itu meminta agar segera dioveralih ke pihak ketiga.

Namun dengan tegas praksi PDIP menolaknya. Sebab untuk meningkatkan eksistensi perusahaan air minum milik pemerintah tersebut, harus dicari solusi yang tepat.

Artinya, Lagan mencari penyebab mendasar PDAM Tirta Musi sehingga kondisi keuangannya menjadi buruk seperti itu.

Menurut Lagan, ada beberapa poin yang perlu menjadi catatan penting. Pertama, ada oknum pegawai yang memasang air pelanggan dengan cara “tusuk sate” ke pipa bocor sesuka hati mereka. Artinya, pemasangan air pelanggan dengan cara seperti itu sangat merugikan.

“Uangnya masuk ke kantong oknum tersebut,” ujar calon wakil walikota periode 2024-2029 itu, dengan mimik wajah serius.

Kedua, jelas Lagan, kondisi pipa yang berkarat dan meteran air yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadi kebocoran pipa di sana-sini. Tampaknya, ada kesan seperti dilakukan pembiaran.

Ketiga jumlah karyawan yang berlebihan dan tidak profesional. Namun Lagan ia maklum ketika itu, karena pegawai PDAM Tirta Musi banyak orang-orang “buangan”‘ dari instansi (dinas) lain yang pejabatnya dikursipanjangkan dan dikaryakan ke perusahaan air minum tersebut.

Baca Juga:  Bupati Edison Terjaring OTT! Kantor Disdik Muara Enim Disegel KPK ‎

“Akhirnya saya tetap berkukuh agar perusahaan air minum “plat merah” itu tetap dikelola pemerintah secara profesional,” jelas mantan Ketua fraksi PDIP Kota Palembang itu.

Dari perhitungannya, pelanggan yang tercatat sebanyak lebih kurang 80 ribu pelanggan, yang membayar setiap bulan hanya sekitar 20 ribu pelanggan saja. “Uang setoran dari sekitar 60 ribu pelanggan itu, menguap entah kemana imbuhnya.

Sebab dalam kondisi yang tidak sehat itulah akhirnya keuangan PDAM Tirta Musi berada dalam kondisi kritis. “Jika tidak segera ditangani, maka status perusahaan air minum tersebut hanya tinggal nama,” ucapnya.

Maka, untuk memperbaiki kondisi PDAM yang nyaris colaps, Lagan dan teman-teman memberlakukan kebijakan untuk memperbaiki sistem kerja profesional di institusi air tersebut.

“Alhamdulillah, setelah diakuisisi, hingga sekarang kondisi PDAM sudah sangat profesional dengan menghadirkan keuntungan yang membesarkan nama perusahaan air minum itu sendiri. Bahkan saat ini PDAM mampu menghadirkan kuota PAD yang bernilai fantastis,” ujar Lagan menutup perbincangan. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Komisi II DPRD Prabumulih Minta Klarifikasi PD Petro Prabu soal Dugaan Penggelapan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berita Terbaru