Kemenparekraf Serahkan Donasi Oksigen Konsentrator Dari Trip.Com

- Jurnalis

Kamis, 5 Agustus 2021 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenparekraf menyerahkan donasi oksigen konsentrator dari Trip.com ke Kementerian Kesehatan

Kemenparekraf menyerahkan donasi oksigen konsentrator dari Trip.com ke Kementerian Kesehatan

“Saya terima kasih sekali, berkat sumbangan ini akan banyak pasien yang terselamatkan. Alat ini menyelamatkan banyak nyawa, sebelum lebaran hanya butuh 400 ton per hari, setelah kasusnya naik, kita membutuhkan pasokan di atas 2.000 ton per hari. Dan pabrik-pabrik di Indonesia waktu itu produksinya hanya 1.700 dan hal itu masih kurang,” katanya.

Hal itu membuat pihaknya berpikir keras bagaimana kekurangan oksigen itu bisa tercukupi. Salah satu caranya yaitu dengan alat atau pabrik oksigen kecil seperti ini. Alat ini bisa menghasilkan 10 liter oksigen per menit dan pengoperasiannya juga mudah karena tinggal dihubungkan ke listrik. Alat ini cocok bagi pasien-pasien yang ada di IGD atau yang ada di ruang isolasi ringan.

Baca Juga:  ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

“Tapi juga sangat membantu bagi relawan untuk meminjamkan bagi pasien yang sedang isoman di rumah. Caranya mudah tinggal dihubungkan ke listrik dan bahan bakunya sudah disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena alat ini sifatnya sangat mobile, jadi bisa dengan mudah dipinjamkan tinggal diatur bagaimana cara peminjamannya,” katanya.

Baca Juga:  Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Menkes Budi Gunadi juga menjelaskan pihaknya menargetkan memiliki 50 ribu alat oksigen konsentrator. Saat ini pihaknya sudah menerima donasi sebanyak 15 ribu dan sudah membeli sebanyak 20 ribu dimana nantinya akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang memiliki ruang isolasi.

“Hitung-hitungannya jika ada 1.000 oksigen konsentrator akan menghasilkan 20 ton per hari. Sehingga dengan target itu diharapkan mampu menghasilkan 1000 ton per hari nantinya,” kata Budi. (JN)

Berita Terkait

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru