Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, KPAI Koordinasi dengan Disdikbud NTT

- Jurnalis

Jumat, 3 Maret 2023 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

WIDEAZONE.COM, NTT | Kebijakan masuk sekolah pukul 05.00 Wita bagi siswa SMA dan SMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan publik yang menuai kontroversi. Terkait hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk mengetahui kebenaran kebijakan tersebut.

“Kebijakan tersebut benar dan telah diimplementasikan mulai 1 Maret 2023, tentunya akan dilakukan evaluasi satu bulan kedepan dan hasilnya akan disampaikan kepada KPAI serta pihak terkait,” ujar Kepala Disdikbud NTT Linus Lusi melalui sambungan telepon pada, Rabu (01/03/2023).

Baca Juga:  Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selanjutnya, KPAI akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan di NTT dan akan meminta klarifikasi, keterangan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta pihak terkait lainnya agar dapat menjelaskan dasar hingga hasil kajian mengenai adanya kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan prinsip hak anak dengan memperhatikan kepentingan terbaik anak dan hak berpartisipasi. Sebab masih banyak variabel lain untuk mengoptimalkan kualitas peserta didik yang dapat diimplementasikan di lingkungan pendidikan, tutur Aris Adi Leksono Anggota KPAI.

Berita Terkait

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang
Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final
Gubernur Herman Deru Sebut Ponpes Raudhatul Ulum Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Harus Sekolah Negeri
Gubernur Herman Deru Ingatkan Bahaya Karhutla dan Perubahan Iklim di Festival Kehutanan UIN Raden Fatah
Buka LKS SMK Sumsel 2026, Wagub Cik Ujang Motivasi Siswa Siap Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional
Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:33 WIB

Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:22 WIB

Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Gubernur Herman Deru Sebut Ponpes Raudhatul Ulum Bukti Pendidikan Berkualitas Tak Harus Sekolah Negeri

Berita Terbaru

Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]

Ekobis

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:28 WIB