“Sebenarnya, awalnya tidak ingin jadi wartawan, dulu ingin jadi PNS. Karena bapak wartawan, ini semacam keterpaksaan yang membuahkan hasil, sampai titik ini,” kata dia.
Wiwik berharap penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tapi bisa memacu para jurnalis perempuan untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan profesionalitas, dan tidak menghalalkan segala cara.
“Kalau bisa wartawan perempuan itu harus punya nilai lebih dari lanang-lanang. Caranya bagaimana? masing-masing pribadi punya kiat sendiri. Konsisten, jaga marwah martabat kita, termasuk konsisten dalam berorganisasi dan menjawa marwah organisasi. Perempuan itu harus berorganisasi kalau tak berorganisasi agak susah ya. Termasuk PCNO ini karena berorganisasi,” imbaunya.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















