Menurut dia, Penghargaan ini sebagai motivasi bagi jurnalis perempuan lainnya, bagaimana menjadikan profesi ini sebenarnya di tengah indusrti yang semakin mengikis idealisme.
“Ya harus konsisten, semoga ini bisa jadi inspirasi. Saat ini ini sudah banyak perempuan yang jadi wartawan,” kata Wiwik, sapaan akrabnya.
“Kalau jaman dulu kan ketika perempuan menjadi wartawan itu kan sesuatu yang tabu. Pulang malam, belum lagi pergaulan, ada yang menganggap bukan perempuan baik-baik. Pergaulan bebas boleh, profesi jalan, karir jalan, perusahaan jalan,” imbuh dia.
Menjadi jurnalis adalah keinginan dan passion dari sejak bangku sekolah menengah atas. Direalisasikan dengan ikut membidani majalah sekolah, SMA 3 Palembang, PARAMITA. Perempuan kelahiran 25 April ini memulai karir sebagai jurnalis sejak tahun 1995.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















