“Karena kalau kita masih berkutat dengan gaya seperti zaman kita dulu maka sistem pengajaran akan ketinggalan. BKPRMI harus ikut berperan,” tutur dia.
Dalam kesempatan itu Iapun bersama-sama mengajak masyarakat dan para orang tua santri untuk membangun keseimbangan fisik dan non fisik (sektor keagamaan) untuk para generasi muda milenial maupun generasi Z yang akan lahir di masa mendatang.
Untuk itu Ia mengajak BKPRMi untuk duduk bersama menemukan permasalahan yang ada di kabupaten hingga kecamatan. Termasuk kendala mengenai masyarakat yang belum kenal aksara Alquran. Sehingga nantinya tercipta masyarakat Sumsel yang religius.
“Semoga untuk kedepanya kita semua dapat memeberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan di Sumsel dan semakin sukses mendidik anak yang berprestasi dan berguna bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















