Herman Deru Efektifkan Peran IPeKB Percepat Penurunan Stunting

- Jurnalis

Kamis, 10 Maret 2022 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buka Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022

Buka Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2022

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru menyatakan keseriusannya dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting pada anak.

Bahkan, dia berkomitmen akan membuat upaya tersebut menjadi ikon kesejahteraan masyarakat.
 
Menurut Herman Deru, upaya penurunan angka stunting tersebut memang harus serius dan konsisten dilakukan. Terlebih, pemerintah sendiri menargetkan angka stunting diharapkan harus turun lebih dari tiga persen setiap tahunnnya, sehingga pada tahun 2024 penurunan prevalensi stunting dari 27,67 persen menjadi 14 persen.
 
“Kita serius dengan persoalan stunting ini. Ini merupakan tugas bersama,” kata Herman Deru usai membuka Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting tahun 2022 di Ballroom Hotel Harper Palembang, Kamis [10/3].
 
Dia menyebut, upaya penurunan angka stunting harus dilakukan sejak dini.
 
“Mengatasi stunting itu bukan dilakukan setelah terjadi. Namun harus dilakukan deteksi sejak awal sebelum bayi tersebut lahir. Bahkan upaya pencegahan stunting itu bisa dilakukan saat pernikahan masih dalam tahap rencana, sehingga kelak bayi yang akan lahir tidak terjadi stunting,” terangnya.
 
Lebih lanjut, Herman Deru menjelaskan, stunting pada anak dapat terjadi karena beberapa faktor.  Salah satunya akibat calon ibu yang akan melahirkan bayi menderita anemia atau kurang darah. 
 
“Saat ini sekitar 50 wanita muda menderita anemia. Ini berakibat terjadinya stunting,” paparnya.
 
Hal itu terjadi, akibat gaya hidup kurang sehat yang dilakukan masyarakat khususnya para wanita muda. Seperti pola makan yang tidak bergizi.
 
“Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja akan menyebabkan anemia yang berisiko lahirnya generasi yang bermasalah gizi. Inilah ,” tuturnya.
 
Sebab itu, Herman Deru mengajak masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat khususnya terkait soal makanan bergizi, agar nantinya bayi yang dilahirkan terhindar dari stunting. Karena itu peran Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana [IPeKB] juga diperlukan dalam mengedukasi masyarakat.
 
“Apalagi 30 tahun lagi Indonesia termasuk Sumsel mendapatkan bonus demografi. Ini harus dimanfaatkan dengan baik sehingga tingkat perekonomian negara ini lebih meningkat. Oleh sebab itu, generasi penerus ini harus disiapkan dari sekarang,” imbuhnya.
 
Selain membuka rakerda tersebut, Gubernur Herman Deru juga melantik dan mengukuhkan IPeKB Kabupaten dan Kota di Sumsel.
 
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKN Sumsel Mediheryanto mengatakan, rakerda tersebut dilakukan untuk menentukan strategi percepatan penurunan stunting di Sumsel.
 
“Kita memang membutuhkan strategi dalam percepatan penurunan stunting ini. Rakerda ini juga juga untuk membangun komitmen mitra kerja sehingga upaya itu terwujud,” pungkasnya.
 
Hadir dalam rakerda tersebut, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, Ketua DPP IPeKB Triyana, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr. Eni Gustina, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel. [AbV/red]
 

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru