Menurutnya, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD setempat serta Pemprov Kalimantan Tengah dalam menentukan titik pengeboman air. Sementara itu, potensi karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih cukup tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, memperkirakan musim hujan baru akan terjadi Oktober mendatang. Prakirawan BMKG Rahmad Wahidin Abdi menjelaskan musim hujan akan diawali dari arah utara dan berlanjut ke wilayah tengah dan selatan.
“Berdasarkan prakiraan, musim kemarau hingga awal Oktober. Masuknya musim hujan di Kotim mulai dari wilayah utara dahulu, kemudian tengah dan selanjutnya wilayah selatan. Meskipun kemarau seperti saat ini terjadi hujan, namun intensitasnya sangatlah rendah,” katanya.
Berdasarkan data dari BMKG, selama sebelas hari terakhir, terpantau sekitar 1.200 titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur. (FA)
Halaman : 1 2



















