Hari Pertama PTM Terbatas, Disambut Antusias Orang Tua Pelajar

- Jurnalis

Senin, 6 September 2021 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Palembang.

Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas disambut antusias orang tua pelajar SMP Negeri 1 Palembang.

Tampak animo orang tua pelajar menhantarkan anaknya di depan gerbang pagar sekolah, Senin (6/9).

“Pelaksanaan PTM hari ini berjalan cukup baik. Hanya saja tadi ada kendala, mungkin antusias Wali siswa beserta anaknya datang bukan di jadwalnya, Jadi seharusnya pukul 8:30 WIB masuk, tapi pukul 07:00 WIB malah sudah berdatangan,” jelas Kepala SMP Negeri 1 Palembang, Hastia.

Alasannya, kata Hastia, lantaran takut telat dan lain sebagainya. “Saat pukul 07:00 hingga 07:30 itu sudah datang, padahal sesi kedua itu pada 08.30 WIB, jadi kami ajak masuk sembari menunggu di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Meski begitu, pihaknya juga selalu mengimbau kepada wali siswa agar tidak datang nanti sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Sudah kami imbau dan tim satgas kami di sekolah juga terus memantau pelaksanaan ini agar berjalan dengan baik,” bebernya.

Kata Hastia, PTM terbatas ini dibagi tiga sesi yakni pertama 07:30-9:30, kedua, 8:30-10:30 dan terakhir pukul 10:00 -12.00.

Sementara itu, Dian, walisiswa ini mengaku datang dari rumah pukul 8 dan anaknya masuk season 2 jam 8.30 wib.

Baca Juga:  Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal

 “Ya, datang tadi lebih dulu memang karena biar gakgak telambat. Sempat menunggu sih sekitar 30 menit,” ujar dia.

Dian mengaku ia sangat antusias sekali menyambut PTM ini karena dapat kembali melepaskan rindu sang anak untuk sekolah.

“Kami juga pusing jika belajar daring di rumah, sebab anak susah diatur. Kalau masuk gini kan enak. Kami lihat juga prokesnya sudah sangat baik di sekolah,” beber dia.

Laporan Hasan Basri

Berita Terkait

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:22 WIB

Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Juni 2026 - 11:32 WIB

Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal

Berita Terbaru