Harapan 3 Anak SMA Kartika Jadi Prajurit Semakin Terbuka

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2020 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

setelah dinyatakan lulus dari Sub Panda Korem 143/HO, harapan dari 3 anak lulusan SMA Kartika XX-2 Kendari untuk menjadi prajurit TNI AD semakin terbuka.

setelah dinyatakan lulus dari Sub Panda Korem 143/HO, harapan dari 3 anak lulusan SMA Kartika XX-2 Kendari untuk menjadi prajurit TNI AD semakin terbuka.

WIDEAZONE.COM, KENDARI — Tak sekedar mimpi, setelah dinyatakan lulus dari Sub Panda Korem 143/HO, harapan dari 3 anak lulusan SMA Kartika XX-2 Kendari untuk menjadi prajurit TNI AD semakin terbuka.

Hal itu disampaikan Kapenrem 143/HO Mayor Arm Sumarsono dalam rilisnya, Kendari, Sultra, Minggu (8/11/2020).

Dijelaskan Kapenrem, dalam penerimaan prajurit Calon Tamtama Prajurit Karir (Cata PK) Gelombang II Tahun 2020 kali ini, Sub Panda Korem 143/HO mengirimkan sejumlah 264 pemuda Sultra yang memenuhi syarat dan melalui seleksi yang ketat selama 11 hari.

“Seleksi tingkat Sub Panda dimulai tanggal 26 Oktober dan diumumkan tanggal 5 Nopember. Dari 264 orang pemuda Sultra didalamnya terdapat 3 orang lulusan SMA Kartika XX – 2, yaitu sekolah yang dibawah naungan yayasan Kartika Jaya ,”ujar Mayor Arm Sumarsono.

Bagi kami, lanjutnya, capaian 3 orang lulusan SMA Kartika menjadi calon prajurit merupakan hal yang membanggakan.

“Memang kontras, mereka sekolah di tempat naungan TNI AD tapi sangat jarang yang jadi prajurit,”terang Sumarsono

“Tapi alhamdulillah, kali ini dari 8 orang yang mendaftar , 3 diantaranya berhasil membuktikan bahwa mereka mampu berkompetisi dengan para pemuda lainnya untuk menjadi prajurit TNI AD dan berangkat mengikuti seleksi tingkat pusat di Makassar,”tambah pria kelahiran Malang itu.

Baca Juga:  Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Adapun 3 orang lulusan SMA Kartika Kendari yang masih melanjutkan ke tingkat pusat tersebut yaitu Baharudin (21 tahun), Arhamudin (19 tahun) dan Diki Wahyudi (19 tahun).

“Ketiganya bukan anak KBT (Keluarag Besar Tentara) seperti Diki Wahyudi orang tuanya penjual makanan kaki 5, Baharudin orang tuanya jualan kerupuk di lampu merah dan orang tua Arhamudin penjual ikan kelilling,”ucap Sumarsono.

Menurut Sumarsono, ketiganya berkeinginan kuat untuk menjadi prajurit dan berlatih secara mandiri dan sesekali bergabung berlatih bersama anggota Jasmani Korem 143/HO.

“Usaha yang maksimal ditambah doa yang tulus dari orang tuanya semoga bisa mengantar mereka menjadi prajurit TNI AD kali ini,”kata Sumarsono kemudian.

“Keberhasilan mereka mewujudkan asanya tidak saja menjadi kebanggaan mereka dan keluarganya namun juga bagi yayasan Kartika Jaya khususnya dan Sultra secara umum,”pungkas Sumarsono.

Sementara itu ditemui sebelum keberangkatan ke Makassar, Sabtu (7/11/2020) Baharudin mengatakan bahwa menjadi seorang prajurit adalah cita – citanya sejak dulu sebagai jalan untuk mengabdi pada Negara dan tentunya juga untuk membahagiakan orang tuanya.

Baca Juga:  Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

“Keinginan menjadi Prajurit sudah lama saya cita – citakan, Saya bangga untuk menjadi Tentara,” ucap Baharuddin penuh semangat.

Pun demikian dengan sang Ibu (Wa Ode Dia) menyatakan dirinya sangat gembira karena anaknya lolos seleksi di tingkat pusat.

“Syukur alhamdullillah, moga Burhanuddin lulus dan bisa jadi tentara,” ujar istri penjual kerupuk ini penuh harap.

Diki Wahyudi saat ditemui di Bandara juga menyampaikan yang serupa dengan rekannya, dimana dirinya sangat berkeinginan untuk menjadi prajurit.

“Saya ingin mengabdi menjadi tentara dan membuat bangga keluarga,”ujar anak dari Ngat Muri yang sehari-hari berjualan makanan sebagai pedagang kaki lima di Kendari.

Sementara itu, Aludin (ayah dari Arhamudin) yang sehari-sehari berjualan ikan keliling juga tidak dapat menyembunyikan rasa gembira dan berharap agar cita-cita anaknya dapat terwujud.

“Kami orang tua selalu mendoakan moga dia bisa mewujudkan cita – citanya mengabdi kepada Nusa dan Bangsa, kami bangga pada mereka,” ujar Aludin penuh harap.

Laporan Rel/Umar Danny

Berita Terkait

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:22 WIB

Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Berita Terbaru