Gubernur Herman Deru Bentuk Satgas Awasi Distribusi MIGOR Curah

- Jurnalis

Selasa, 26 April 2022 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel H Herman Deru memimpin Rapat Monitoring Ketersediaan Minyak Goreng di Provinsi Sumsel bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa [26/4].

Gubernur Sumsel H Herman Deru memimpin Rapat Monitoring Ketersediaan Minyak Goreng di Provinsi Sumsel bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa [26/4].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumsel H Herman Deru memimpin Rapat Monitoring Ketersediaan Minyak Goreng di Provinsi Sumsel bertempat di Griya Agung Palembang, Selasa [26/4].

Dalam rapat tersebut turut  hadir Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Kartika Sandra Desi serta Pimpinan Perusahaan dan OPD terkait. 

Gubernur Herman Deru  berjanji akan membentuk tim kesatgasan yang melibatkan unsur TNI/Polri, Kejaksaan serta stakeholder lainnya hingga Kabupaten/Kota di Sumsel. Hal tersebut upaya untuk memantau/mendeteksi ketersediaan minyak goreng curah [MGC] di pasar-pasar termasuk mencari permasalahan distribusi minyak goreng yang selama ini terjadi. 

Menurut Herman Deru kebutuhan minyak goreng di Sumsel sebanyak 502 ton perhari, minyak curah 134 ton perhari, kemasan sederhana 170 ton, kemasan premium 198 ton perhari. 

Baca Juga:  Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi "All-in" Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

“Saya minta komitmen morilnya agar minyak curah yang kebutuhannya 134 ton perhari ini dapat terpenuhi. Karena total kuota produksi perhari itu 180 ton dari tiga produsen yang teralokasi, artinya ada minus dimana, apakah di distribusi, apa transportasi apakah ada kecurangan,” ungkapnya. 

Untuk itu Herman Deru membentuk satgas yang memiliki tugas pokok dan fungsinya dan apa saja yang diawasi, artinya dalam tugas ini tidak boleh kaku. 

“Satgas ini sampai 3 bulan kedepan, tugas satgas ini juga mencari kejanggalan ataupun kecurangan harga minyak ini. Jika terdapat kecurangan angkut,” tegasnya. 

Baca Juga:  EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan satgas ini fungsinya akan mengawasi dari produsen hingga ke pasar. 

“Kita tahu di Sumsel ini kita punya 3 produsen. Data dari intelijen kita ada sekitar 886 pasar di wilayah Sumsel. Artinya Progres ini setiap hari kita tahu pasar mana yang kosong minyak curahnya,” ungkapnya. 

Untuk diketahui, dari tiga perusahaan yang memproduksi minyak goreng di antaranya PT Sinar Alam Permai sebanyak 50 ton perhari, PT Tunas Baru Lampung sebanyak 60 ton perhari dan PT Indokarya Internusa sebanyak 70 ton perhari. [red]

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terbaru