Fenomena Meteor dan Komet Pekan Kedua Desember

- Jurnalis

Senin, 13 Desember 2021 - 04:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Astronomi Jagad Raya

Ilustrasi Astronomi Jagad Raya

WIDEAZONE.com | Sejumlah fenomena astronomi akan terjadi pada pekan kedua Desember 2021. Fenomena tersebut yaitu empat hujan meteor, Chi-Orionid, Sigma-Hydrid, dan hujan meteor Geminid. 

Selain hujan meteor, pekan Desember ini juga terdapat fenomena Komet C/2021 A1 [Leonard] yang melintas dekat Bumi. 

Berikut jadwal fenomena astronomi menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang dikutip Senin, [13/12/2021].

Puncak Hujan Meteor Monocerotid: 9-10 Desember 2021, Puncak Hujan Meteor Chi-Orionid: 10-11 Desember 2021.

Fase Bulan Perbani Awal: 11 Desember 2021, Komet C/2021 A1 [Leonard] melintas dekat Bumi pada 12 Desember 2021, Puncak Hujan Meteor Sigma-Hydrid 12-13 Desember 2021 dan Puncak Hujan Meteor Geminid: 14-15 Desember 2021.

Apa saja perbedaan empat hujan meteor yang akan terlihat pada pekan kedua Desember? dan Adakah perbedaan dari 4 hujan meteor yang akan muncul pada pekan kedua Desember 2021? 

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional [Lapan]-Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN], Andi Pangerang, mengatakan, keempat hujan meteor itu akan terlihat sama jika dilihat secara visual.

Baca Juga:  Penangkapan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Muara Enim Masuk Propam, Anwar Sadat: Janggal

“Sama saja. Tampak seperti kilatan cahaya yang memanjang,” ujar Andi saat dihubungi Kompas, Kamis [9/12/2021]. 

Perbedaan keempat hujan meteor itu, lanjut Andi, terletak pada asal titik radiannya. “Arah gerak meteor keluar dari titik radian,” ujar Andi. 

Titik radian masing-masing meteor sesuai dengan nama masing-masing hujan meteor.

Meteor Germinid berada di konstelasi Gemini, Monocerotid di konstelasi Monoceros. Chi-orionid berada di dekat bintang Chi-orionis, dan Sigma-Hydrid di dekat bintang Sigma-Hydrae. Adapun perbedaan kedua terletak pada intensitas meteor. 

Germinid termasuk hujan meteor mayor karena intensitas saat di zenit [zenithal hour range] mencapai 120 meteor per jam. Di Indonesia, titik radian Germinid berkulminasi dengan ketinggian 46-63 derajat arah utara. Oleh karena itu, intensitas berkurang menjadi 86-107 meteor per jam.

Baca Juga:  Aroma "Skandal" Ganti Rugi di Lahan PT Bukit Asam Menguap Kala Polda Sumsel Uji Lapangan

Sementara, pada Hujan Meteor Chi Orionid intensitas yakni 2,5-2,9 meteor per jam. Pada Sigma-Hydrid, intensitas 2,9-3 meteor per jam, sedangkan Monocerotid memiliki intensitas 1,9-2 meteor per jam.

“Perbedaan yang ketiga pada kelajuan gerak meteornya,” ujar Andi. 

Pada Meteor Geminid, kelajuan gerak yakni 35 km/detik atau 126.000 km per jam. Sedangkan Sigma-Hydrid memiliki kelajuan 58 km per detik atau 208.800 km per jam. Monocerotid kelajuan 42 km per detik atau 151.200 km per jam dan Chi-Orionid tidak ada data kelajuan gerak meteor. 

Perbedaan keempat yakni dari arah lokasi titik radian dan waktu pengamatannya. Geminid dan Chi-Orionid bisa disaksikan dari arah timur laut, sedangkan Monocerotid dan Sigma-Hydrid dapat disaksikan dari arah timur. 

“Baik itu Geminid, Monocerotid dan Sigma-Hydrid dapat disaksikan setelah Isya atau akhir senja astronomis (75 menit setelah Matahari terbenam). Sedangkan Chi-Orionid dapat disaksikan sebelum Isya,” kata Andi.

Berita Terkait

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri
Bersih-bersih Narkotika di Sumsel: 163 Tersangka Diringkus dan Ribuan Gram Sabu Disita
Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 08:47 WIB

Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP

Berita Terbaru

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Ekobis

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:42 WIB